Pengamat Minta Pemko Medan Imbangi Revitalisasi Faskes dengan SDM
Destanul Aulia mengingatkan jangan sampai berhasil membangun puskesmas yang megah, tetapi belum berhasil membangun kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan puskesmas.
Ke depan, Destanul Aulia menilai puskesmas harus menjadi pilihan pertama masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan primer, sekaligus menjadi organisasi yang aktif menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan penduduk di wilayah kerjanya.
Begitu juga, Destanul Aulia mengungkapkan puskesmas yang berhasil bukan hanya puskesmas yang banyak dikunjungi orang sakit, tetapi puskesmas yang mampu membuat masyarakat di wilayah kerjanya semakin sehat.
"Saya memandang bahwa pembangunan dan renovasi puskesmas di Kota Medan merupakan langkah strategis, bukan sekadar memperbaiki gedung, melainkan upaya mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan pemerintah. Kita harus memahami bahwa karakteristik masyarakat perkotaan sudah berubah," jelasnya.
Lanjut, Destanul Aulia mengatakan masyarakat tidak hanya membutuhkan pelayanan kesehatan yang terjangkau, tetapi juga menginginkan fasilitas yang bersih, modern, nyaman, tertata, serta memberikan kesan profesional.
Dalam perspektif manajemen pelayanan kesehatan, ia menjelaskan bahwa tampilan fisik (tangibles) merupakan salah satu dimensi penting kualitas pelayanan yang memengaruhi persepsi dan kepuasan pasien. Bangunan yang kurang representatif dapat membentuk persepsi negatif sebelum masyarakat merasakan pelayanan medis yang sebenarnya.
"Karena itu, kondisi fisik puskesmas tidak boleh dianggap sebagai persoalan kosmetik semata. Penampilan fasilitas merupakan bagian dari komunikasi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ada persoalan lain yang juga perlu kita perhatikan, yaitu kecenderungan sebagian masyarakat memilih langsung datang ke IGD rumah sakit dibandingkan memanfaatkan pelayanan kesehatan tingkat pertama," katanya.
Editor: Jafar Sembiring