Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Sambut Piala AFF U-19, Wali Kota Medan dan Forkopimda Bahu-membahu di Stadion
Advertisement . Scroll to see content

Pengamat Minta Pemko Medan Imbangi Revitalisasi Faskes dengan SDM

Senin, 19 Oktober 2026 | 11:41 WIB
  • author Jafar
Pengamat Minta Pemko Medan Imbangi Revitalisasi Faskes dengan SDM
Pengamat Kesehatan Sumatera Utara, Destanul Aulia, mendorong Pemko Medan agar program revitalisasi 31 fasilitas kesehatan diimbangi dengan peningkatan kualitas dan kompetensi SDM tenaga kesehatan. Foto: Istimewa

Pertama, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kemampuan pelayanan seluruh puskesmas. Evaluasi tidak cukup hanya berdasarkan status akreditasi, tetapi harus melihat kemampuan nyata puskesmas dalam menangani penyakit, kompetensi tenaga kesehatan, kelengkapan alat kesehatan, ketersediaan obat, kualitas pelayanan, dan ketepatan sistem rujukan. Kita perlu mengetahui mengapa masih ada kasus yang semestinya dapat ditangani di pelayanan primer, tetapi akhirnya harus dirujuk ke rumah sakit.

"Kedua, melakukan redistribusi dan peningkatan kompetensi SDM. Pemerintah Kota Medan perlu memastikan setiap puskesmas memiliki tenaga kesehatan sesuai standar dan kebutuhan masyarakat. Dokter, perawat, bidan, apoteker, tenaga laboratorium, dan tenaga kesehatan masyarakat harus mampu bekerja sebagai satu tim pelayanan yang terintegrasi. Selain keterampilan klinis, kemampuan komunikasi, edukasi kesehatan, dan pelayanan yang ramah harus menjadi perhatian utama," sebut Destanul Aulia.

Ketiga, memastikan kelengkapan alat kesehatan, laboratorium dasar, dan obat-obatan. Jangan sampai puskesmas telah direnovasi, tetapi pasien tetap harus mencari pelayanan ke fasilitas lain karena alat pemeriksaan tidak tersedia, tidak berfungsi, atau obat yang dibutuhkan tidak mencukupi. Revitalisasi bangunan harus diikuti kesiapan operasional pelayanan.

Keempat, memperkuat pelayanan promotif dan preventif sebagai keunggulan utama puskesmas. Saya berharap setiap puskesmas memiliki program unggulan sesuai masalah kesehatan di wilayah kerjanya.

"Misalnya pengendalian hipertensi, diabetes, tuberkulosis, kesehatan ibu dan anak, kesehatan remaja, serta kesehatan lingkungan. Petugas puskesmas harus lebih aktif mendatangi masyarakat, melakukan skrining, memberikan edukasi yang tepat, dan mendampingi kelompok berisiko agar tidak jatuh sakit," jelasnya.

Kelima, memperkuat tanggung jawab puskesmas terhadap kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya. Kepala puskesmas seharusnya tidak hanya bertanggung jawab terhadap kegiatan pelayanan di dalam gedung, tetapi juga memahami kondisi kesehatan masyarakat di wilayahnya.

"Setiap puskesmas perlu memiliki peta masalah kesehatan, data kelompok berisiko, target pengendalian penyakit, serta program intervensi yang terukur. Tanggung jawab ini harus didukung dengan kewenangan, sumber daya, dan kolaborasi lintas sektor," ungkap Destanul Aulia.

Editor: Jafar Sembiring

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut