Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Boesa Management Sukses Gelar Sumut Fashion Week 2026, Ratusan Karya Tampil
Advertisement . Scroll to see content

MFCF 2026 Gaungkan Ulos, Torang Sitorus Ingin Penenun hingga Penjahit Kecipratan Rezeki

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:02 WIB
  • author Ismail
MFCF 2026 Gaungkan Ulos, Torang Sitorus Ingin Penenun hingga Penjahit Kecipratan Rezeki
Desainer Torang Sitorus (kiri), Ketua Dekranasda Medan Airin Rico Waas (tengah), dan Kadispar Medan Odi Batubara (kanan) saat konferensi pers MFCF 2026 di Sun Plaza, Medan, Selasa, 13 Oktober 2026. Foto: Ismail/iNewsMedan.id

MEDAN, iNewsMedan.id- Medan Fashion & Culture Fashion (MFCF) 2026 kembali digelar di Atrium Sun Plaza, Medan, pada 13–18 Oktober 2026. Mengusung tema Ulos in Innovation, kegiatan ini menghadirkan peragaan busana, diskusi fashion, serta karya desainer yang mengolah ulos menjadi busana modern. 

Desainer ulos Batak, Torang Sitorus, berharap momentum ini tidak hanya mengangkat ulos ke panggung fashion nasional, tetapi juga meningkatkan penghasilan pengrajin, desainer hingga penjahit.

Torang mengatakan, ulos kini semakin mendapat tempat dalam industri fashion nasional. Sejumlah perhelatan besar, seperti Karya Kreatif Indonesia dan Indonesia Fashion Week, turut mengangkat kain tradisional Batak tersebut sebagai tema utama.

Menurutnya, capaian itu harus menjadi peluang bagi Medan untuk mengembangkan industri fashion berbasis ulos. Terlebih, ulos sudah dapat diolah menjadi busana modern dengan daya pakai tinggi tanpa meninggalkan identitas budaya.

“Secara nasional ulos itu sudah mendapat tempat tertinggi menurut saya. Jadi di Medan kita enggak boleh ketinggalan, harus kita eksistensinya harus tetap kita jaga,” kata Torang usai konferensi pers MFCF 2026, Selasa, 13 Oktober 2026.

Ia menilai, tantangan selanjutnya adalah bagaimana popularitas ulos dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang terlibat dalam proses produksinya. Mulai dari penenun dan pengrajin, desainer yang mengolah kain, hingga penjahit yang menghasilkan busana siap pakai.

“Kita sekarang tinggal memikirkan bagaimana ulos itu berdampak ekonomi terhadap perempuan, pengrajin, terhadap desainer, terhadap para penjahit,” ujarnya.

Torang menambahkan, Medan memiliki potensi besar untuk mengembangkan fashion berbasis budaya. Karakter busana masyarakat Batak, termasuk kebaya dan penggunaan kain tradisional, menjadi modal untuk menciptakan produk yang memiliki nilai jual.

Melalui MFCF 2026, ia ingin menunjukkan bahwa ulos bukan hanya kain untuk keperluan adat, melainkan juga dapat menjadi bagian dari gaya berpakaian sehari-hari.

“Lebih ke ulos berdaya pakai tinggi, ulos dengan gaya masa kini, ulos untuk perempuan-perempuan modern yang berani berwarna,” katanya.

Editor: Ismail

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut