MTMH Percepat Penanganan Serangan Jantung Lewat CODE STEMI
Direktur MTMH, dr. Tuan Juniar Situmorang, M.Kes, mengatakan CODE STEMI dibuat agar pasien tidak terlalu lama menunggu penanganan.
“CODE STEMI bukan hanya sebuah kode aktivasi, tetapi merupakan komitmen bersama seluruh tim untuk bergerak dalam satu alur yang cepat dan terkoordinasi,” katanya.
Sistem tersebut melibatkan sejumlah bagian di rumah sakit, mulai dari Instalasi Gawat Darurat, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Cath Lab, perawat, laboratorium, farmasi, ICU/ICCU hingga unit pendukung lainnya.
Sementara itu, dr. Nizam Zikri Akbar mengatakan waktu sangat menentukan dalam penanganan pasien dengan penyumbatan pembuluh darah.
“Pada penyakit stroke golden time-nya empat jam, golden time jantung 12 jam. CODE STEMI ini dibuat untuk mengejar waktu itu,” katanya.
Menurut Nizam, keterlambatan dapat terjadi sejak pasien atau keluarga terlambat mencari pertolongan, proses rujukan hingga penanganan di rumah sakit.
CODE STEMI, kata dia, diharapkan dapat memangkas keterlambatan tersebut, termasuk membantu keluarga menentukan fasilitas kesehatan yang harus dituju.
Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan MTMH, dr. Bangbang Buhari, MKM, mengatakan penggunaan aplikasi juga memudahkan komunikasi antara keluarga pasien dan rumah sakit.
Keluarga dapat mengirimkan lokasi pasien melalui fitur Heart & Stroke. Dengan begitu, tim dapat mengetahui posisi pasien dan melakukan koordinasi. Ambulans juga dapat disiapkan dengan pemantauan irama jantung, obat-obatan awal dan kebutuhan penanganan lainnya.
“Time is muscle” menjadi prinsip penting dalam penanganan serangan jantung. Semakin lama aliran darah ke otot jantung terhambat, semakin besar kerusakan yang dapat terjadi.
Direktur Operasional PT Murni Sadar Tbk, dr. Jong Khai, MARS, mengatakan MTMH siap menerima pasien dengan serangan jantung akut.
“Di sini banyak melakukan tindakan seperti kateterisasi jantung, bedah jantung. Tahun lalu kita mendapatkan salah satu predikat pelayanan jantung terbaik dari PERSI,” katanya.
MTMH juga menjadi rumah sakit pendidikan jantung dan melayani pasien dari wilayah Sumatera dan sekitarnya.
Editor: Ismail