Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Darurat Serangan Jantung, Ini Cara Hubungi Rumah Sakit Lewat Aplikasi
Advertisement . Scroll to see content

MTMH Percepat Penanganan Serangan Jantung Lewat CODE STEMI

Selasa, 29 September 2026 | 20:30 WIB
  • author Ismail
MTMH Percepat Penanganan Serangan Jantung Lewat CODE STEMI
Presdir PT Murni Sadar Tbk Mutiara didampingi Dirut MTMH Tuan Juniar serta dr Nizam, Thean Khor (CEO), dr Jong Khai dan dr Bangbang berpose bersama menunjukkan aplikasi Murni Teguh. (Foto: Ismail/iNewsMedan.id)

MEDAN, iNewsMedan.id - Penanganan pasien serangan jantung berpacu dengan waktu. Murni Teguh Memorial Hospital (MTMH) Medan memperkuat penerapan CODE STEMI untuk mempercepat proses penanganan pasien sejak mendapat pertolongan hingga menjalani tindakan medis.

CODE STEMI sudah diterapkan MTMH sejak 2023. Sistem ini menghubungkan keluarga pasien dengan rumah sakit melalui aplikasi Murni Teguh.

Lewat menu Heart & Stroke, keluarga pasien dapat menghubungi rumah sakit, melakukan video call dan membagikan lokasi pasien. Informasi tersebut menjadi bagian dari koordinasi tim medis sebelum pasien tiba di rumah sakit.

Presiden Direktur PT Murni Sadar Tbk, Dr. dr. Mutiara, MHA, MKT, DABRM, DABLM, mengatakan sistem tersebut dibuat untuk mempercepat penanganan pasien jantung dan stroke.

“CODE STEMI dibuat untuk mempercepat penanganan pasien jantung dan stroke. Dalam aplikasi Murni Teguh tersebut, keluarga bisa share lokasi pasien dan video call dengan pihak RS sehingga tim dapat menjemput pasien, memantau dan memberikan panduan pertolongan awal,” katanya.

Hal itu disampaikan Mutiara bersama CEO Mr. Thean Khor, Direktur MTMH dr. Tuan Juniar Situmorang, M.Kes, Ketua Program Studi PPDS RSPPU Jantung dr. Nizam Zikri Akbar, Sp.JP(K), FIHA, Direktur Operasional PT Murni Sadar Tbk dr. Jong Khai, MARS, serta Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan MTMH dr. Bangbang Buhari, MKM, dalam kegiatan World Heart Day 2026 di MTMH Medan, Selasa, 29 September 2026.

Mutiara mengatakan penanganan penyakit jantung tidak cukup hanya dengan fasilitas dan teknologi. Kesiapan tenaga medis dan koordinasi juga menjadi bagian penting.

“Momentum World Heart Day 2026 menjadi kesempatan untuk kembali mengingatkan pentingnya sistem penanganan serangan jantung yang cepat dan terintegrasi. Pelayanan jantung tidak hanya membutuhkan fasilitas dan teknologi, tetapi juga sumber daya manusia yang siap, koordinasi yang efektif, serta sistem yang dijalankan secara konsisten untuk memberikan pelayanan yang aman dan berkualitas bagi masyarakat,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat, khususnya yang berusia 40 tahun ke atas, agar rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Seperti di Taiwan, seluruh orang yang berusia 40 tahun ke atas harus di-EKG. Ini harus kita lakukan juga sehingga kita bisa menurunkan angka kematian penyakit jantung,” ujarnya.

Direktur MTMH, dr. Tuan Juniar Situmorang, M.Kes, mengatakan CODE STEMI dibuat agar pasien tidak terlalu lama menunggu penanganan.

“CODE STEMI bukan hanya sebuah kode aktivasi, tetapi merupakan komitmen bersama seluruh tim untuk bergerak dalam satu alur yang cepat dan terkoordinasi,” katanya.

Sistem tersebut melibatkan sejumlah bagian di rumah sakit, mulai dari Instalasi Gawat Darurat, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Cath Lab, perawat, laboratorium, farmasi, ICU/ICCU hingga unit pendukung lainnya.

Sementara itu, dr. Nizam Zikri Akbar mengatakan waktu sangat menentukan dalam penanganan pasien dengan penyumbatan pembuluh darah.

“Pada penyakit stroke golden time-nya empat jam, golden time jantung 12 jam. CODE STEMI ini dibuat untuk mengejar waktu itu,” katanya.

Menurut Nizam, keterlambatan dapat terjadi sejak pasien atau keluarga terlambat mencari pertolongan, proses rujukan hingga penanganan di rumah sakit.

CODE STEMI, kata dia, diharapkan dapat memangkas keterlambatan tersebut, termasuk membantu keluarga menentukan fasilitas kesehatan yang harus dituju.

Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan MTMH, dr. Bangbang Buhari, MKM, mengatakan penggunaan aplikasi juga memudahkan komunikasi antara keluarga pasien dan rumah sakit.

Keluarga dapat mengirimkan lokasi pasien melalui fitur Heart & Stroke. Dengan begitu, tim dapat mengetahui posisi pasien dan melakukan koordinasi. Ambulans juga dapat disiapkan dengan pemantauan irama jantung, obat-obatan awal dan kebutuhan penanganan lainnya.

“Time is muscle” menjadi prinsip penting dalam penanganan serangan jantung. Semakin lama aliran darah ke otot jantung terhambat, semakin besar kerusakan yang dapat terjadi.

Direktur Operasional PT Murni Sadar Tbk, dr. Jong Khai, MARS, mengatakan MTMH siap menerima pasien dengan serangan jantung akut.

“Di sini banyak melakukan tindakan seperti kateterisasi jantung, bedah jantung. Tahun lalu kita mendapatkan salah satu predikat pelayanan jantung terbaik dari PERSI,” katanya.

MTMH juga menjadi rumah sakit pendidikan jantung dan melayani pasien dari wilayah Sumatera dan sekitarnya.

Dari sisi layanan, pada September hingga Desember 2025 tercatat 1.705 tindakan atau aktivitas Cath Lab. Jumlah itu terdiri dari 537 angiografi dan 960 PTCA. Pada periode yang sama, terdapat 70 tindakan bedah jantung yang terdiri dari 62 CABG dan 8 MICS.

Sedangkan pada Januari hingga Agustus 2026, aktivitas Cath Lab mencapai 3.388 tindakan, terdiri dari 882 angiografi dan 1.825 PTCA. Untuk bedah jantung tercatat 191 tindakan, terdiri dari 116 CABG dan 75 MICS.

MTMH juga menyiapkan pengembangan layanan robotik bedah jantung dan stem cell. Sejumlah fasilitas pendukung seperti rotablator, IVUS, FFR dan ablasi untuk gangguan irama jantung juga telah tersedia.

Masyarakat diminta mengenali gejala serangan jantung, seperti nyeri atau rasa tertekan di dada, nyeri yang menjalar ke lengan, bahu, rahang atau punggung, sesak napas, keringat dingin, mual dan kelemahan yang muncul tiba-tiba.

Jika mengalami gejala tersebut atau menemukan orang dengan dugaan serangan jantung maupun stroke, masyarakat diimbau segera mencari pertolongan medis dan tidak menunda penanganan. 

Editor: Ismail

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut