Angkat Isu Anak, Tiket Nonton Duluan Memburu Pemangsa Laris Manis di 7 Kota Besar
MEDAN, iNewsMedan.id - Film terbaru karya sutradara Umay Shahab bersama Sinemaku Pictures, Memburu Pemangsa, sukses menggelar sesi nonton duluan di tujuh kota besar, yakni Jakarta, Depok, Bogor, Bekasi, Yogyakarta, Medan, dan Makassar.
Hampir seluruh tiket pertunjukan spesial tersebut terjual habis (sold out). Penonton menyambut film bergenre horror-crime-action ini dengan antusiasme tinggi. Dalam pemutaran ini, penonton diajak menjadi saksi perjuangan empat jurnalis perempuan yang berupaya membongkar aksi predator terkeji penyasar korban anak-anak.
Kisah investigasi ini menampilkan Agnes (Laura Basuki), Cia (Prilly Latuconsina), Brina (Taskya Namya), dan Anya (Yasamin Jasem). Keempatnya hadir sebagai figur pahlawan (hero) yang membongkar kasus kriminal besar dari pelaku yang bersekutu dengan iblis.
Gaya penceritaan dan teknis sinematografi yang matang berhasil memicu ketegangan di dalam bioskop. Namun, tidak sekadar menyajikan ketakutan, Memburu Pemangsa juga membawa Isu sosial yang sangat relevan terkait maraknya kasus penculikan serta kekerasan terhadap anak di Indonesia.
Sutradara Umay Shahab menegaskan bahwa pesan dalam film ini lahir dari keresahan nyata di masyarakat. “Orang yang melakukan tindakan kekerasan pada anak adalah serendah-rendahnya manusia, karena melakukan kekerasan terhadap anak yang tidak memiliki kemampuan kekuatan untuk melawan,” ujar Umay, Sabtu (19/9/2026).
Pemeran tokoh Brina, Taskya Namya, mengungkapkan bahwa isu perlindungan anak menjadi alasan utamanya menerima peran ini. “Salah satu alasanku mau bergabung di film ini adalah karena isu anak-anak,” tutur Taskya.
Membayangkan tiga keponakannya berada di posisi korban membuatnya makin berkomitmen menyampaikan pesan film ini. “Aku juga akan melakukan apa pun seperti Brina dan teman-teman jurnalisnya, mengejar dan tidak membiarkan pemangsa ini untuk lolos,” tegasnya.
Film ini juga menawarkan warna baru bagi industri perfilman tanah air lewat paduan horror-crime-action dan penempatan empat karakter perempuan sebagai pahlawan utama. Yasamin Jasem menyebut adegan aksi yang intens menjadi tantangan tersendiri selama proses produksi.
“Salah satu yang menarik untukku juga adalah adegan action-nya yang cukup heavy, ditambah pacing horor yang memacu adrenalin. Kami para pemeran harus melakukan workshop action selama tiga bulan sebelumnya lebih dulu, dan sangat menantang,” ungkap Yasamin.
Relevansi cerita makin terasa saat disandingkan dengan berbagai peristiwa nyata di lapangan. Kasus kekerasan terhadap anak masih marak terjadi, seperti insiden kekerasan seksual terhadap siswi SMP di Makassar pada Juli lalu, hingga kasus kekerasan di salah satu daycare Yogyakarta yang sempat menyita perhatian nasional.
Kondisi serupa terjadi di Medan. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APMP2KB) Kota Medan mencatat ada 39 laporan kasus kekerasan terhadap anak dengan total 44 korban jiwa per Juni tahun ini. Maraknya rentetan kasus tersebut menegaskan pentingnya meningkatkan kepedulian publik lewat kampanye #JagaAnakAnak.
Sinopsis Singkat
Kisah Memburu Pemangsa bermula dari hilangnya tujuh anak secara misterius di suatu wilayah, di mana empat di antaranya ditemukan dalam keadaan termutilasi. Agnes (Laura Basuki), seorang pemimpin redaksi Daily Wave News yang sempat menolak kemampuan supranaturalnya sejak kematian sang putri, terseret ke dalam penelusuran ini setelah menyaksikan langsung penculikan seorang anak.
Bersama tiga jurnalis lainnya—Cia, Brina, dan Anya—serta didampingi seorang polisi bernama Petra (Andi Mashadi), mereka harus memilih: mundur demi menyelamatkan diri, atau mempertaruhkan nyawa demi melindungi anak-anak yang terancam.
Film Memburu Pemangsa dijadwalkan tayang perdana secara serentak pada 24 September 2026. Penjualan tiket presale membuka promo "Beli 1 Gratis 1" hingga 23 September 2026 yang berlaku di jaringan bioskop XXI, CGV, Cinepolis, Sam’s Studio, Kota Cinema Mall, dan New Star Cineplex.
Editor: Jafar Sembiring