Guru honorer di Medan kehilangan pekerjaan setelah mengundurkan diri akibat Dugaan Pemukulan Kepada
Adiana membantah bahwa tindakan guru tersebut merupakan penganiayaan. Menurut dia, guru bermaksud memberikan teguran kepada siswa.
"Hari Kamis lalu guru Bahasa Inggris masuk ke ruang kelas 5C menanyakan mana tugasnya. Sudah dua minggu tidak selesai-selesai, disuruh pompa (squat jump) itu saja," kata Adiana.
Perlu diketahui, bahwa DAL merupakan seorang guru yang berstatus honorer. Saat ini, sejak ia memutuskan menhdurkan diri, kata Mujiono, ia belum memiliki pekerjaan.
Ia mengaku iba dengan keputusan yang diambil guru tersebut. Terlebih ia berstatus sebagai honorer.
"Ya kita kan punya nurani. Kasihan juga dia tidak ada kerja. Namun mau bagaimana, karena sudah seperti ini, karena sudah berubah karakter dan ada juga aturan-aturan yang begitu," katanya.
Editor : Chris