get app
inews
Aa Text
Read Next : Nahkodai KPPU, Gopprera Panggabean Siap Sikat Praktik Persaingan Tak Sehat

Harga Ayam Semakin Melambung di Sumut, KPPU Selidiki Rantai Pasok hingga MBG

Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:18 WIB
header img
Pedagang ayam di Pasar Petisah Medan melayani pembeli di tengah kenaikan harga daging ayam ras. Foto: Kharisma/iNewsMedan.id

MEDAN, iNewsMedan.id - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kanwil I mencermati kenaikan harga daging ayam ras segar di Sumatera Utara yang dalam beberapa hari terakhir meningkat cukup signifikan.

Hasil dari pemantauan harga pangan KPPU Kanwil I, harga ayam ras segar di Sumatera Utara meningkat dari Rp48.550/kg pada 17 Agustus menjadi Rp52.400/kg pada 21 Agustus 2026, atau naik sekitar 7,9 persen. 

Kenaikan tersebut merupakan yang tertinggi dibandingkan provinsi lain di wilayah kerja Kanwil I pada periode yang sama.

Kepala Kanwil I KPPU, Ridho Pamungkas mengatakan, kenaikan harga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain biaya produksi dan pakan, ketersediaan pasokan, peningkatan permintaan, serta distribusi dari tingkat peternak hingga konsumen.

Ridho menyebut, KPPU akan melakukan pemantauan untuk melihat bagaimana pembentukan harga terjadi di sepanjang rantai pasok ayam, mulai dari peternak, distributor atau rumah potong, hingga pedagang.


"Kami juga akan mencermati penyerapan ayam untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan melihat apakah terdapat perubahan pola pasokan ke pasar,” ujar Ridho, Kamis (27/8/2026).

Menurut Ridho, adanya peningkatan permintaan dari program MBG tidak serta-merta menunjukkan adanya persoalan persaingan usaha. Namun, apabila terdapat indikasi pembatasan pasokan, praktik yang menghambat akses pelaku usaha, atau perilaku lain yang berpotensi mengganggu persaingan, KPPU akan melakukan pendalaman sesuai kewenangannya.

“Kami ingin memastikan kenaikan harga ini terbentuk secara wajar berdasarkan kondisi supply dan demand serta biaya distribusi. Karena itu, pemantauan lapangan akan kami lakukan pada minggu ini dan akan menjadi dasar untuk menentukan apakah diperlukan pendalaman lebih lanjut,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pedagang daging ayam di Pasar Petisah Medan, Supri mengungkapkan, harga daging ayam naik tajam. Padahal ketika jelang hari raya keagamaan seperti Lebaran atau Natal aja tidak semahal ini.

"Kami juga banyak dikomplain sama pembeli dengan mahalnya daging ayam saat ini. Naiknya harga ini pun juga membuat pedagang tidak bisa menyetok barang lebih banyak dibanding sebelumnya. Kenaikan ini terus terjadi dan kami meminta agar pemerintah setempat bisa segera mengatasi hal ini," ungkapnya.

Seorang pembeli di pasar tersebut, Ulfa menambahkan, kenaikan harga daging ayam ini benar-benar membuat ibu rumah tangga mengelus dada.

"Kenaikan ini sepertinya karena MBG. Sebab, ketika anak-anak sekolah libur kenaikan kelas pada bulan Juni hingga Juli kemarin, harga daging ayam sempat turun drastis. Kemudian naik lagi di pertengahan Juli karena anak-anak sudah masuk sekolah kembali dan MBG berjalan lagi," pungkasnya.

Editor : Ismail

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut