PHEV Mulai Menggoda Pasar Medan, Mobil Listrik Tanpa Cemas Kehabisan Daya
Jalan Tengah Mobil Listrik
PHEV menawarkan karakter yang berbeda dibanding mobil listrik murni atau battery electric vehicle (BEV). Untuk perjalanan sehari-hari, E5 Plus dapat mengandalkan tenaga listrik. Namun ketika perjalanan semakin jauh dan akses pengisian daya menjadi persoalan, mesin hybrid memberikan cadangan tenaga.
Persoalan infrastruktur inilah yang dinilai masih menjadi pertimbangan konsumen ketika hendak menggunakan mobil listrik untuk perjalanan luar kota.
Cing Hok mencontohkan perjalanan dari Medan menuju Danau Toba. Bagi pengguna BEV, ketersediaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) sepanjang perjalanan menjadi salah satu hal yang harus diperhitungkan.
"Pada saat keluar kota, misalnya ke Danau Toba, tidak ada charger juga. Jadi itu masalah," katanya.
Kondisi tersebut membuat PHEV diposisikan sebagai opsi bagi konsumen yang ingin merasakan sensasi berkendara listrik tanpa sepenuhnya bergantung pada jaringan SPKLU.
E5 Plus dibekali baterai berkapasitas 25,3 kWh. DFSK mengklaim kendaraan tersebut mampu menempuh jarak hingga 1.400 kilometer berdasarkan standar NEDC.
Efisiensinya juga menjadi bagian dari daya tarik. Dalam pengujian yang disampaikan perusahaan, konsumsi bahan bakar E5 Plus dapat mencapai sekitar 83 kilometer per liter untuk penggunaan kombinasi.
"Kalau jalan jauh juga tidak usah khawatir, tidak usah tergantung ke infrastruktur. Silakan bawa, bisa 1.400 kilometer," ujar Cing Hok.
Editor : Ismail