get app
inews
Aa Text
Read Next : Cegah Bencana Berulang, Akademisi USU Dorong Penetapan Zona Merah di Batang Toru

Bupati Tapsel Sambut Riset UI, Rekomendasi Ilmiah Kunci Jaga Ekosistem Batang Toru

Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:51 WIB
header img
Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu menghadiri kegiatan Diseminasi Hasil Studi Bentang Alam Batang Toru dan Pengembangan Pasca Banjir Besar 2025 di Medan, Selasa (11/8/2026). Foto: Istimewa

MEDAN, iNewsMedan.id - Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Gus Irawan Pasaribu menyambut positif kegiatan riset dan diseminasi ilmiah yang digelar Kementerian Kehutanan melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara bersama Universitas Indonesia dan Institute for Sustainable Earth and Resources (I-SER) UI.

Menurutnya, rekomendasi yang lahir dari riset dan diskusi para akademisi serta pakar sangat dibutuhkan daerah untuk menjaga ekosistem sekaligus mengurangi risiko bencana di kawasan Batang Toru.

"Kami berharap betul dan mengucapkan terima kasih. Ini sangat kami butuhkan. Mudah-mudahan nanti dari riset dan diskusi ini ada rekomendasi kepada kami di Tapanuli Selatan untuk bagaimana menjaga alam dan ekosistem di Tapanuli Selatan," kata Gus Irawan dalam kegiatan Diseminasi Hasil Studi Bentang Alam Batang Toru dan Pengembangan Pasca Banjir Besar 2025 di Medan, Selasa (11/8/2026).

Gus Irawan menilai kawasan Batang Toru layak mendapat perhatian ilmiah yang serius. Kawasan itu selama ini dikenal di tingkat nasional maupun internasional karena kekayaan alam dan keanekaragaman hayatinya yang tinggi, menjadikannya salah satu ekosistem paling strategis di Sumatera Utara yang memerlukan pendekatan pengelolaan berbasis bukti ilmiah.

Desakan terhadap pentingnya kajian itu semakin kuat setelah banjir bandang dan longsor yang melanda Tapsel pada 25 November 2025.

Bencana itu memukul perekonomian daerah secara signifikan. Pertumbuhan ekonomi yang sebelumnya berada di atas 5 persen anjlok ke 2,4 persen pada triwulan terakhir 2025. 

Sektor pertanian menjadi yang paling terdampak, mengingat kontribusinya terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Tapsel mencapai 44 persen.

Lebih dari 3.200 hektare sawah, atau hampir 30 persen dari total luas sawah daerah, mengalami kerusakan, gagal panen, hingga hasil pertanian yang membusuk.

"Begitu terjadi bencana 25 November, pertumbuhan ekonomi tiga bulan terakhir pada 2025 terkoreksi sangat dalam. Kami hanya tumbuh 2,4 sekian persen dari rata-rata tiga bulan sebelumnya di atas 5 persen," ungkap Gus Irawan.

Editor : Jafar Sembiring

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut