Chapel USU Direnovasi, Kampus Pastikan Fungsi Rumah Ibadah Tak Berubah
Menurut Robert, peningkatan kapasitas menjadi salah satu kebutuhan utama dalam renovasi. Chapel diharapkan nantinya mampu menampung lebih banyak jemaat sekaligus menunjang kegiatan pembinaan kerohanian.
“Dengan jumlah mahasiswa Kristen yang terus bertambah, kapasitas Chapel saat ini tentu perlu ditingkatkan. Karena itu, renovasi merupakan bagian dari upaya menyediakan fasilitas yang lebih representatif dan mampu memenuhi kebutuhan pembinaan kerohanian di lingkungan USU,” ujarnya.
Selama Chapel tidak dapat digunakan, USU menyediakan gedung lain untuk menampung aktivitas ibadah. Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kerja Sama USU, Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, S.T., M.T., mengatakan fasilitas sementara tersebut disiapkan agar aktivitas keagamaan tidak terhenti.
“Selama proses renovasi berlangsung, kampus tetap memfasilitasi gedung yang dapat digunakan untuk kegiatan kerohanian. Dengan demikian, kegiatan pembinaan dan aktivitas keagamaan tetap dapat berjalan meskipun Chapel sedang dalam proses penataan dan renovasi,” kata Himsar.
Dukungan terhadap renovasi juga disampaikan seorang warga yang mengaku sebagai anak Dr. Hotma Panggabean, yang disebut ikut membangun Chapel USU.
"USU sudah baik, Ini bukan melarang orang beribadah. Dipindahkan ada tempat sementara, ini dibuat untuk mahasiswa USU bisa digunakan untuk kegiatan beribadah, kalau ditanya siapa saya, saya anak Dr. Hotma Panggabean yang ikut membangun Chapel ini," katanya.
Dengan renovasi tersebut, USU menargetkan Chapel dapat kembali digunakan dengan kapasitas dan fasilitas yang lebih memadai tanpa mengubah peruntukannya sebagai tempat ibadah.
Editor : Ismail