Aset Kripto Bisa Jadi Bagian Portofolio, Asalkan Alokasinya Proporsional dan Bijak
JAKARTA, iNewsMedan.id - Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan volatilitas pasar yang tinggi, PT Upbit Indonesia mengingatkan para investor agar tidak menempatkan seluruh dana pada satu instrumen investasi saja. Diversifikasi dan pengelolaan risiko dinilai sangat krusial agar keputusan keuangan tetap selaras dengan tujuan serta profil risiko masing-masing individu.
Berdasarkan proyeksi Bank Indonesia, ketidakpastian global masih berada di level yang tinggi. Pertumbuhan ekonomi dunia pada 2026 diperkirakan berada di kisaran 3,0%, dengan inflasi global mencapai sekitar 4,4%. Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi tahunan di Indonesia berada di angka 3,34% pada Juni 2026.
Kondisi makroekonomi tersebut kerap mendorong investor untuk mencari instrumen yang mampu menjaga nilai aset maupun memberikan peluang pertumbuhan optimal. Kendati demikian, keputusan yang diambil semata-mata berdasarkan tren pasar justru berisiko membuat portofolio terlalu bergantung pada satu jenis aset saja.
CEO Upbit Indonesia, Resna Raniadi, mengungkapkan bahwa kesalahan terbesar yang kerap dilakukan investor di tengah ketidakpastian bukanlah salah memilih instrumen, melainkan menaruh terlalu banyak dana pada satu aset tanpa memahami risiko dasarnya.
“Ketidakpastian sering membuat investor tergoda memindahkan seluruh dana ke aset yang sedang naik atau dianggap paling aman. Padahal, tidak ada satu instrumen yang dapat menjadi jawaban untuk semua kondisi ekonomi. Setiap keputusan perlu disesuaikan dengan tujuan keuangan, jangka waktu, kebutuhan likuiditas, dan toleransi risiko masing-masing,” ujar Resna pada Selasa (28/7/2026).
Editor : Jafar Sembiring