Aset Kripto Bisa Jadi Bagian Portofolio, Asalkan Alokasinya Proporsional dan Bijak
Dalam merancang portofolio investasi, masyarakat disarankan untuk mempertimbangkan berbagai kelas aset guna memecah risiko, di antaranya:
- Emas
- Produk pendapatan tetap
- Saham
- Properti
- Aset digital
Setiap instrumen tersebut memiliki karakteristik, tingkat likuiditas, potensi imbal hasil, serta profil risiko yang berbeda-beda.
Bitcoin dan berbagai aset digital lainnya kini mulai dilirik sebagai salah satu komponen dalam portofolio, khususnya bagi investor yang ingin mendapatkan akses ke pasar global serta perkembangan teknologi blockchain. Namun, tingginya volatilitas kripto membuat aset ini tidak bisa diandalkan sebagai satu-satunya instrumen pelindung kekayaan.
“Kripto dapat dipertimbangkan sebagai salah satu bagian dari portofolio yang terdiversifikasi, bukan sebagai pengganti seluruh instrumen investasi lainnya. Investor perlu memahami aset yang dibeli dan membatasi alokasinya sesuai kemampuan dalam menanggung risiko,” tegas Resna.
Editor : Jafar Sembiring