Warga Simalingkar B Keluhkan Pohon, Macet dan Bansos, Ini Respons Binsar Simarmata
MEDAN, iNewsMedan.id- Beragam persoalan mencuat dalam kegiatan Reses VI Masa Sidang III Tahun Sidang 2025-2026 yang digelar Anggota DPRD Kota Medan, Binsar Simarmata, di halaman SMP Negeri 21, Jalan Bunga Rampai Raya, Kecamatan Medan Tuntungan, Minggu (26/7).
Mulai dari permintaan pemangkasan pohon, persoalan data desil penerima bantuan sosial, drainase, kemacetan, hingga pasokan listrik yang tidak stabil menjadi keluhan yang disampaikan warga kepada legislator tersebut.
Salah satu persoalan yang paling banyak disorot adalah kondisi pepohonan di sepanjang Jalan Bunga Rampai yang dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama pelajar.
"Pohon-pohon di Jalan Bunga Rampai 4 sampai kawasan Jalan Bunga Rampai Raya tepat didepan sekolah ini bisa dipangkas," keluh Nurlenta Ginting.
Menurut Nurlenta, permohonan pemangkasan pohon sebenarnya sudah beberapa kali diajukan melalui kepala lingkungan hingga diteruskan ke instansi terkait. Namun, hingga kini belum mendapat respons.
"Kami pernah meminta agar pohon-pohon ini dirapikan melalui Kepling, tapi ditolak oleh dinas katanya harus surat warga diteken Camat. Tapi, setelah surat diteken, tetap juga ditolak kami khawatir pohon ini tumbang apalagi saat ini musim penghujan," ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Kepala SMP Negeri 21, Taripar R. Sihaloho. Ia berharap pohon-pohon di luar area sekolah segera dipangkas karena dikhawatirkan membahayakan keselamatan siswa.
"Jika boleh melalui Bapak sebagai perwakilan kami agar bisa menyampaikan keluhan kami agar pohon-pohon itu dipangkas. Karena kami khawatir ranting-ranting jatuh menimpa anak-anak," katanya.
Selain itu, persoalan data desil juga menjadi sorotan. Malistina mengaku tidak pernah menerima bantuan sosial karena masuk kategori desil 6, meski merasa layak menjadi penerima.
"Saya mau pertanyakan desil disini, pak. Kenapa bisa saya masuk desil 6. Ini sudah saya cek di pihak Kelurahan. Tapi, saat itu Lurah menyatakan karena anak saya kerja di Bali jika mau diubah maka anak saya harus dikeluarkan dari Kartu Keluarga (KK). Sementara anak saya masih lajang jika terjadi apa-apa bagaimana, sudah dua kali saya mengadu ke Lurah belum ada solusi. Selama ini saya tidak pernah mendapatkan bansos dan lainya," keluhnya.
Warga lainnya juga mengeluhkan kemacetan di Jalan Pintu Air IV, tepatnya di kawasan Sekolah Al Azhar. Kondisi itu disebut sering membuat siswa maupun guru terlambat tiba di sekolah.
"Di Jalan Pintu Air IV area sekolah Al Azhar sering terjadi kemacetan. Ini karena jalan disana sempit anak-anak atau guru di SMP Negeri 21 sering telat masuk," kata Suhut.
Tak hanya itu, warga Gang PGRI mengeluhkan pasokan listrik yang dinilai kerap tidak stabil. Mereka juga berharap Pemerintah dapat menghadirkan sekolah tingkat SMA di Kecamatan Medan Tuntungan.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Binsar Simarmata meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Medan segera mengambil langkah nyata. Ia secara khusus meminta Dinas Lingkungan Hidup melakukan pemangkasan pohon di Jalan Bunga Rampai dan Dinas SDABMBK mempercepat pelebaran Jalan Pintu Air IV.
"Jadi Simalingkar B butuh perhatian serius dari Pemko Medan," ucap Binsar.
Ia menegaskan seluruh aspirasi warga akan dibawa dalam laporan hasil reses kepada Pemerintah Kota Medan.
"Semua aspirasi bapak/ibu ini akan saya sampaikan langsung kepada Wali Kota Medan saat paripurna laporan reses nanti agar dapat menjadi prioritas untuk dituntaskan oleh OPD-OPD terkait," pungkasnya.
Editor : Ismail