USU Dorong Pesantren Kelola Laundry Profesional demi Tambah Pemasukan
Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali materi mengenai penyusunan model bisnis, strategi pemasaran, pembagian tugas pengelola, pencatatan keuangan, hingga sistem pengendalian agar pakaian pelanggan tidak tertukar.
Selain itu, tim pengabdian juga menekankan pentingnya modal sosial dalam membangun usaha. Kekompakan tim, komunikasi yang terbuka, serta pembagian peran yang jelas dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan usaha.
Perwakilan Pesantren Ulumul Quran Stabat, Muhammad Iqbal, berharap kerja sama dengan USU tidak berhenti pada pelatihan semata.
"Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada hari ini saja. Pendampingan, evaluasi, dan pengembangan jaringan usaha sangat kami butuhkan agar unit laundry pesantren benar-benar mampu menjadi sumber kemandirian ekonomi sekaligus tempat belajar kewirausahaan bagi para santri," katanya.
Usaha laundry tersebut direncanakan melayani kebutuhan internal santri, guru, dan pegawai pesantren terlebih dahulu. Setelah sistem pengelolaan berjalan baik, layanan akan diperluas secara bertahap kepada masyarakat sekitar sebagai salah satu sumber pendapatan baru bagi pesantren.
Editor : Ismail