HIPMI Culinary Sumut Bentuk 120 Pengurus, Siapkan Road Map Wisata Kuliner Medan
MEDAN, iNewsMedan.id– Sebanyak 120 pelaku usaha kuliner resmi masuk dalam kepengurusan Badan Semi Otonom (BSO) HIPMI Culinary Indonesia (HCI) BPD HIPMI Sumatera Utara periode 2026–2029. Kepengurusan baru ini langsung memasang target memperkuat ekosistem UMKM kuliner melalui digitalisasi, perluasan akses pasar, hingga mendorong produk lokal menembus pasar internasional.
Pelantikan berlangsung di Big Papa Cafe Medan, Sabtu (11/7/2026).
Ketua Panitia, M. Hawari Afif Ritonga, mengatakan seluruh pengurus telah melewati proses verifikasi administrasi, termasuk memiliki legalitas usaha, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), sertifikasi halal, dan persyaratan lainnya.
"Hari ini sekitar 120 pengurus dilantik. Mereka telah melalui proses verifikasi dan memiliki legalitas usaha, mulai dari HKI, sertifikasi halal hingga persyaratan lainnya," ujarnya.
Menurut Hawari, organisasi ini juga akan terus diperluas. Sedikitnya 300 pelaku UMKM kuliner di Sumatera Utara disebut telah menyatakan minat bergabung.
Ia mengatakan tema pelantikan Kolaborasi Kuliner Melaju Bersama untuk Merangkul Sesama menjadi semangat untuk membangun kolaborasi antarpelaku usaha agar UMKM kuliner semakin berkembang.
"Kami ingin seluruh UMKM kuliner di Sumatera Utara bisa naik kelas melalui kolaborasi yang kuat. Bahkan konsumsi pada acara ini juga seluruhnya menggunakan produk anggota HIPMI Culinary Indonesia Sumatera Utara sebagai bentuk dukungan terhadap usaha lokal," katanya.
Ketua HIPMI Culinary Indonesia BPD HIPMI Sumatera Utara, Dr. Shandi Izhandri, SH, MKn, mengatakan organisasi tidak hanya berfokus pada pengembangan bisnis anggota, tetapi juga menjalankan program pemberdayaan masyarakat.
Salah satu program yang disiapkan ialah pemberian beasiswa sekaligus pelatihan keterampilan kuliner, barista, dan katering bagi anak yatim agar memiliki bekal untuk bekerja maupun berwirausaha.
"Kami ingin menghadirkan program yang berdampak. Anak-anak yatim akan kami berikan pelatihan keterampilan kuliner, barista hingga katering sehingga mereka memiliki kemampuan untuk bekerja ataupun berwirausaha," ujarnya.
Selain itu, HCI Sumut akan membantu anggota memperoleh akses bazar, meningkatkan kualitas kemasan produk, memperkuat pemasaran, serta mendorong digitalisasi usaha melalui platform yang terintegrasi dengan HCI pusat.
Shandi juga mengungkapkan pihaknya tengah menyiapkan road map kuliner Kota Medan yang nantinya akan didistribusikan ke hotel-hotel di Sumatera Utara sebagai media promosi destinasi kuliner daerah.
"Kami juga akan rutin mengunjungi usaha anggota sebagai bentuk dukungan nyata. Target besar kami berikutnya adalah menyelenggarakan bazar dan expo kuliner berskala besar di Lapangan Merdeka atau Lapangan Benteng," katanya.
Ketua BPP Basnom HCI, Chikita Virginia Sebayang, mengajak seluruh pengurus menjadikan organisasi sebagai wadah yang mampu membawa produk kuliner Sumatera Utara dikenal lebih luas, termasuk di pasar internasional.
"Mimpi kita jangan hanya menjadi local hero, tetapi juga global hero. Bagaimana makanan khas Sumatera Utara nantinya bisa hadir dan dikenal hingga mancanegara," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Sumatera Utara, Dian Iskandar Nasution, mengingatkan organisasi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan.
Menurutnya, pelaku usaha kuliner harus terus beradaptasi dengan perubahan selera konsumen melalui inovasi produk, pelayanan, dan strategi pemasaran.
"Saya berharap HCI tidak hanya membuat acara, tetapi benar-benar membangun ekosistem yang membuat UMKM berkembang dan mampu bersaing dalam jangka panjang," pungkasnya.
Editor : Ismail