get app
inews
Aa Text
Read Next : Mendiktisaintek Ungkap Alasan Kampus Baru Sofyan Tan Layak Dicontoh Perguruan Tinggi

30 Tahun Bertahan dengan Bangunan Menua, SD Muhammadiyah 09 Kini Bakal Direvitalisasi

Rabu, 24 Juni 2026 | 18:32 WIB
header img
Anggota Komisi X DPR RI, dr Sofyan Tan, meninjau langsung kondisi ruang kelas SD Muhammadiyah 09 Medan yang telah berusia lebih dari 30 tahun. Foto: Istimewa

Apalagi di saat yang bersamaan, SD Muhammadiyah 09 Medan yang memiliki sekitar 200 siswa tersebut sedang berjuang memberikan pendidikan terbaik di tengah keterbatasan sarana. Sebab beberapa ruang kelas yang digunakan siswa sudah tidak lagi layak digunakan. Bangunannya sudah berusia lebih dari tiga dekade.

Di salah satu bangunan lantai atas, lantainya masih menggunakan papan kayu yang mulai menua. Seiring waktu, sebagian papan mulai menunjukkan tanda-tanda pelapukan. Kondisi serupa juga terlihat di ruang kelas lantai bawah, di mana plafon bangunan sudah tampak usang dan memerlukan perhatian serius agar tetap aman digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.kb

Sofyan Tan yang mengetahui hal tersebut, usai acara silaturahmi bersama orangtua siswa, langsung spontan berinisiatif meninjau ruang kelas yang dimaksud. Ketika berkeliling melihat langsung kondisi sekolah, Sofyan Tan tampak memperhatikan setiap sudut bangunan dengan saksama. Sesekali ia berdialog dengan pihak sekolah mengenai kebutuhan dan tantangan yang mereka hadapi.

Momen yang membuat seluruh guru kepala sekolah terkejut sekaligus terharu terjadi ketika Sofyan Tan langsung menghubungi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, di hadapan kepala sekolah, para guru, pengurus dan pimpinan cabang Muhammadiyah. Dalam percakapan tersebut, Sofyan Tan menyampaikan kondisi ruang kelas SD Muhammadiyah 09 Medan yang membutuhkan revitalisasi. Respons cepat pun datang. Menteri meminta agar pihak sekolah segera mengajukan usulan revitalisasi sehingga dapat diprioritaskan untuk mendapatkan rehabilitasi.

Suasana seketika berubah haru. Raut wajah bahagia terlihat dari para guru, pengurus Muhammadiyah, hingga kepala sekolah. Harapan yang selama ini hanya tersimpan dalam doa mendadak terasa lebih dekat untuk menjadi kenyataan.

“Ruang kelas berlantai kayu itu usianya sudah lebih dari 30 tahun. Papan-papannya mulai lapuk. Kami sangat berharap bisa direhabilitasi agar anak-anak belajar lebih nyaman dan aman,” kata Rini.

Bagi Sofyan Tan, perhatian terhadap kondisi sekolah bukan sekadar bagian dari tugas sebagai wakil rakyat. Pendidikan, menurutnya, merupakan akar utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang dihadapi bangsa.

Dalam dialog bersama guru dan pengurus Muhammadiyah, ia menyinggung persoalan kriminalitas yang masih terjadi di Kota Medan, termasuk maraknya aksi begal yang kerap meresahkan masyarakat. Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa dilepaskan dari masalah kemiskinan dan tingginya angka pengangguran.

“Kenapa orang membegal, mencuri, dan melakukan tindak kriminal lainnya? Karena miskin. Kenapa miskin? Karena tidak ada pekerjaan. Kenapa tidak ada pekerjaan? Karena orang tidak mau membuka usaha di daerah yang kualitas sumber daya manusianya belum baik. Dan semua itu bermula dari pendidikan yang belum dijadikan prioritas,” ujarnya.

Editor : Ismail

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut