Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dewa 19 Buat Kampus UHN Medan Bergemuruh di Nommensen Festival 2026
Advertisement . Scroll to see content

Yayasan UHN Sebut Kemenkes RI Dukung Penuh Pembangunan Nommensen International Hospital

Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:10 WIB
  • author Odi Siregar
Yayasan UHN Sebut Kemenkes RI Dukung Penuh Pembangunan Nommensen International Hospital
Pengurus Yayasan UHN saat bertemu dengan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, di Kantor Kemenkes RI, Jakarta, pada Kamis (18/6/2026). Foto: Istimewa

MEDAN, iNewsMedan.id - Yayasan Universitas HKBP Nommensen (UHN) tengah mematangkan rencana pembangunan Nommensen International Hospital yang akan berlokasi di kawasan belakang Kampus UHN Medan. Proyek rumah sakit pendidikan bertaraf internasional ini diperkirakan menelan investasi mendekati Rp1 triliun.

Dukungan penuh terhadap pembangunan rumah sakit tersebut datang dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kepastian ini diperoleh setelah jajaran pengurus Yayasan UHN melakukan pertemuan strategis dengan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, di Kantor Kemenkes RI, Jakarta, pada Kamis (18/6/2026).

Ketua Umum Pengurus Yayasan UHN, Dr. Effendi Muara Sakti Simbolon, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan izin operasional pembangunan dan mendapatkan respons positif dari Menteri Kesehatan maupun Wakil Menteri Kesehatan.

"Puji Tuhan, kami sudah mengajukan izin operasional pendirian Nommensen International Hospital. Dalam pertemuan tersebut, dukungan yang diberikan sangat baik. Baik Kementerian Kesehatan maupun Wakil Menteri Kesehatan mendukung penuh rencana ini," ujar Effendi saat melakukan peninjauan di lingkungan Kampus UHN Medan, Jumat (19/6/2026).

Nommensen International Hospital direncanakan menjadi rumah sakit tipe A dengan kapasitas 250 hingga 400 tempat tidur dan bangunan setinggi 17 lantai. Menurut Effendi, pembangunan ini bukan sekadar investasi fisik, melainkan kebutuhan mendesak untuk menunjang kualitas pendidikan mahasiswa Fakultas Kedokteran UHN.

Selama ini, mahasiswa profesi kedokteran (co-assistant) masih harus memanfaatkan rumah sakit mitra untuk praktik pendidikan klinik.

"Pembangunan rumah sakit ini adalah sebuah kebutuhan. Dengan memiliki rumah sakit sendiri, proses pendidikan profesi akan jauh lebih efektif dan memberikan dampak yang lebih signifikan bagi pengembangan kampus," jelasnya.

Editor: Jafar Sembiring

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut