get app
inews
Aa Text
Read Next : Pria Labura Tewas di Lahan Sawit: Keluarga Tuding Oknum Aparat, Perusahaan Klaim Pencurian

Warga Tewas Diduga Dianiaya, Massa Bakar Fasilitas PT Agrinas Palma Nusantara di Labura

Kamis, 18 Juni 2026 | 10:43 WIB
header img
Massa bakar kantor dan mes PT Agrinas Palma Nusantara usai tewasnya warga diduga korban penganiayaan. Foto: iNews TV/Randi Kurniawan.

LABURA, iNewsMedan.id - Situasi di Desa Sukarame Baru, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatra Utara, mendadak mencekam. Ratusan warga nekat menggeruduk dan membakar fasilitas kantor serta mes milik perusahaan perkebunan sawit PT Agrinas Palma Nusantara pada Rabu (17/6/2026).

Aksi anarkis massa ini diduga kuat dipicu oleh kemarahan atas tewasnya seorang warga setempat bernama Luis David Hutabarat (32) pada Selasa (16/6/2026) sore. Korban diduga merenggang nyawa setelah dianiaya oleh petugas pengawas dan keamanan perusahaan, yang juga disinyalir melibatkan oknum anggota TNI.

Akibat amukan massa tersebut, sedikitnya lima bangunan hangus terbakar dan dua bangunan lainnya mengalami kerusakan berat.

Kapolres Labuhanbatu, AKBP Wahyu Endrajaya, membenarkan adanya insiden perusakan dan pembakaran tersebut. Pihaknya telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan fisik terhadap objek yang menjadi sasaran kemarahan warga.

"Kami lakukan peninjauan dan pengecekan terhadap objek akibat peristiwa semalam. Ada tiga rumah dibakar dan dua dirusak namun ada sedikit terbakar. Dua rumah lagi ada perusakan dengan beberapa kaca pecah akibat dilempar warga," ujar AKBP Wahyu saat memberikan keterangan pada Kamis (18/6/2026).

Guna meredam situasi agar tidak semakin meluas, pihak kepolisian langsung mengambil langkah persuasif dengan memberikan edukasi dan pendekatan kepada masyarakat setempat. Kapolres juga menegaskan bahwa komitmen hukum akan ditegakkan secara transparan.

"Kami berkomitmen, TNI dan Polri melakukan proses penegakan hukum secara terang sehingga ada kepastian hukum terhadap pelaku dalam mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi pengamanan, sebanyak dua peleton atau sekitar 51 personel kepolisian dibantu unsur TNI telah disiagakan di area Polsek Kualuh Hulu dan Desa Sukarame Baru.

Di sisi lain, Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0209/Labuhanbatu, Mayor Inf Sondang Hamonangan Tanjung, angkat bicara mengenai rumor keterlibatan anggotanya. Ia membenarkan adanya dugaan tersebut dan menyatakan bahwa oknum yang bersangkutan saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif.

"Kalau memang dari dugaan terbukti, kita serahkan ke proses hukum. Saat ini kan didalami kepolisian, jika ada keterlibatan TNI ini akan ada pelimpahan ke Subdenpom. Kami juga sudah koordinasi dari Kodim, Polres, dan Subdenpom," jelas Mayor Inf Sondang.

Pihak Kodim 0209/Labuhanbatu menegaskan akan mendukung penuh kepolisian untuk mengungkap kasus ini secara transparan dan tanpa ada yang ditutup-tutupi.

Hingga berita ini diturunkan, aparat gabungan TNI dan Polri masih terus bersiaga ketat di lokasi kejadian untuk mengantisipasi potensi kericuhan susulan. Sementara itu, penyelidikan mendalam mengenai penyebab pasti kematian korban serta dalang di balik penganiayaan masih terus bergulir.

Editor : Jafar Sembiring

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut