Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dua Bulan Menanti Keadilan, Sang Istri Bawa Misteri Kematian Luis di Perkebunan Sawit ke Mabes Polri
Advertisement . Scroll to see content

Pria Labura Tewas di Lahan Sawit: Keluarga Tuding Oknum Aparat, Perusahaan Klaim Pencurian

Rabu, 17 Juni 2026 | 14:36 WIB
  • author Tim iNewsMedan.id
Pria Labura Tewas di Lahan Sawit: Keluarga Tuding Oknum Aparat, Perusahaan Klaim Pencurian
Keluarga membawa jenazah korban ke Mapolsek Kualuh Hulu untuk menuntut keadilan atas kematian D yang diduga dianiaya oknum aparat. Foto: Istimewa

LABUHANBATU UTARA, iNewsMedan.id - Suasana haru bercampur ketegangan pecah di halaman Mapolsek Kualuh Hulu. Pihak keluarga yang diselimuti rasa duka dan amarah nekat membawa jenazah seorang pria berinisial D ke kantor polisi sebagai bentuk protes dan tuntutan keadilan atas kematian korban yang diduga tewas akibat dianiaya secara sadis oleh empat petugas keamanan dan pengawas PT Agrinas Palma Nusantara.

Ironisnya, dari empat terduga pelaku yang berpakaian preman tersebut, dua di antaranya diduga kuat merupakan anggota TNI aktif yang tengah bertugas di bawah kendali operasi (BKO) di perusahaan perkebunan sawit tersebut.

Menurut perwakilan keluarga korban, Ramlan Nainggolan, insiden berdarah itu terjadi pada Selasa (16/6/2026) di kawasan Desa Sukarame Baru, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura). Tragisnya, aksi penganiayaan tersebut disaksikan langsung oleh istri korban.

"Yang pasti informasi yang saya terima saat ini ada beberapa oknum TNI mengeroyok menantu saya. Menantu saya dikeroyok saat kerja di lahan, para pelaku berpakaian preman kurang lebih empat orang," ujar Ramlan dengan nada kecewa.

Ramlan menambahkan, hantaman bertubi-tubi dari para pelaku membuat korban tidak berdaya hingga akhirnya mengembuskan napas terakhirnya langsung di lokasi kejadian.

Editor: Jafar Sembiring

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut