get app
inews
Aa Text
Read Next : Air Bersih Macet, Warga Medan Desak Perumda Tirtanadi Bertanggung Jawab

Mengintip Standar Baru Kemampuan Pemrosesan AI Lokal pada Laptop Kerja

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:35 WIB
header img
Commercial Director ASUS Indonesia, Eric Khoven, mengklaim performa ASUS ExpertBook Ultra memberikan dampak riil pada produktivitas harian di dunia kerja. Foto: Istimewa

Melalui fitur ASUS AI ExpertMeet, seluruh proses transkripsi, penerjemahan bahasa, dan optimasi kamera web secara langsung berjalan sepenuhnya di dalam NPU. Sistem pemrosesan AI lokal ini membuat prosesor utama tetap dingin dan hemat daya, sekaligus mengungguli kekuatan pemrosesan AI perangkat kompetitor.

Keunggulan lain yang mencolok terlihat saat perangkat dibawa bekerja di luar ruangan dengan mobilitas tinggi. Eric memberikan ilustrasi nyata mengenai kebutuhan visual para profesional saat ini.

“Bayangkan kalau Anda seorang eksekutif yang harus melakukan presentasi mendadak di area luar ruangan kafe atau bandara dengan paparan cahaya matahari langsung. ASUS ExpertBook Ultra mendominasi skenario ini berkat terobosan layar Tandem OLED berukuran 14 inci dengan tingkat kecerahan puncak mencapai 1400 nits,” sebutnya.

Teknologi Tandem OLED ini memastikan dokumen hukum, grafik finansial, maupun teks presentasi tetap terlihat tajam dan terbaca sempurna tanpa gangguan refleksi cahaya matahari. Menurut Eric, keberanian ASUS membawa teknologi ini ke segmen laptop kerja merupakan lompatan industri yang masif. Teknologi tersebut tidak hanya menggandakan kecerahan, tetapi juga memperpanjang usia pakai panel secara drastis dari risiko *burn-in* yang sering menghantui layar OLED konvensional.

Di samping keunggulan visual dan performa, laptop berbobot 1,1 kg ini dibungkus oleh sasis premium yang memenuhi standar militer US MIL-STD 810H. Dalam uji ketahanan fisik, ASUS ExpertBook Ultra mampu bertahan meskipun menerima beban tekanan vertikal hingga 100 kg di atasnya.

“Bukan untuk show-off, akan tetapi daya tahan terhadap tekanan hingga 100 kg atau lebih akan sangat berguna saat laptop ditempatkan di dalam tas dan terhimpit dokumen-dokumen lain saat dalam perjalanan bisnis,” klaim Eric. Berdasarkan pengalaman lapangan, ia menambahkan bahwa banyak laptop mengalami kerusakan bukan karena jatuh atau terinjak, melainkan akibat dimasukkan ke dalam tas yang terlalu padat.

Editor : Jafar Sembiring

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut