get app
inews
Aa Text
Read Next : Polda Sumut Bongkar Bisnis Live TikTok Porno, Host Kantongi Jutaan Rupiah per Hari

Mengintip Standar Baru Kemampuan Pemrosesan AI Lokal pada Laptop Kerja

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:35 WIB
header img
Commercial Director ASUS Indonesia, Eric Khoven, mengklaim performa ASUS ExpertBook Ultra memberikan dampak riil pada produktivitas harian di dunia kerja. Foto: Istimewa

MEDAN, iNewsMedan.id - Dalam lanskap bisnis modern yang bergerak cepat, pemilihan perangkat komputasi kini telah bergeser menjadi investasi strategis bagi keberlanjutan perusahaan, bukan lagi sekadar urusan departemen TI. Menjawab kebutuhan para eksekutif dan profesional akan laptop bisnis terbaik yang menawarkan performa komparatif lebih tinggi, ASUS resmi menghadirkan ASUS ExpertBook Ultra di kelas flagship yang dijuluki sebagai The Flagship of the Industry.

Kehadiran perangkat ini diposisikan langsung untuk meruntuhkan dominasi para kompetitor tangguh di kelasnya, seperti Lenovo ThinkPad X1 Carbon Gen 13 Aura Edition, Dell Latitude 7450 Premium, HP EliteBook Ultra G1i AI 14, serta ikon efisiensi daya, Apple MacBook Air M4 13 inci. ASUS mengklaim produk terbaru ini terbukti menawarkan kemampuan yang lebih baik secara signifikan.

Commercial Director ASUS Indonesia, Eric Khoven, menjelaskan bahwa laptop ini dirancang untuk memimpin era baru Copilot+ PC dengan mengandalkan arsitektur mutakhir.

“ASUS ExpertBook Ultra mengandalkan prosesor hingga Intel Core Ultra X9 Processor 388H generasi terbaru yang dipadukan dengan Neural Processing Unit atau NPU yang mampu menghasilkan performa hingga 50 Trillion Operations Per Second (TOPS),” sebut Eric Khoven, Rabu (10/6/2026).

Eric menambahkan, langkah ASUS untuk langsung memanfaatkan teknologi mutakhir ini menjadi pembeda besar. Saat ini di pasaran Indonesia, produk-produk flagship kompetitor umumnya masih menggunakan Intel Core Ultra 7 Series 2 yang menghasilkan performa AI NPU hingga 48 TOPS. Perbedaan ini membuat langkah agresif ASUS di lini laptop bisnis premium sulit diikuti oleh kompetitor lain di Indonesia.

Dalam skenario penggunaan di dunia kerja, performa ini memberikan dampak riil pada produktivitas harian.

“Jika dihadapkan pada skenario multitasking korporat, seperti rapat maraton via Teams sembari mengolah ribuan baris data di Excel dan melakukan supervisi ratusan halaman laporan PowerPoint, ASUS ExpertBook Ultra dapat menjalankannya tanpa masalah. Saat mengaktifkan notulen otomatis berbasis AI, efisiensi chip yang digunakan juga sangat terasa,” tambah Eric.

Melalui fitur ASUS AI ExpertMeet, seluruh proses transkripsi, penerjemahan bahasa, dan optimasi kamera web secara langsung berjalan sepenuhnya di dalam NPU. Sistem pemrosesan AI lokal ini membuat prosesor utama tetap dingin dan hemat daya, sekaligus mengungguli kekuatan pemrosesan AI perangkat kompetitor.

Keunggulan lain yang mencolok terlihat saat perangkat dibawa bekerja di luar ruangan dengan mobilitas tinggi. Eric memberikan ilustrasi nyata mengenai kebutuhan visual para profesional saat ini.

“Bayangkan kalau Anda seorang eksekutif yang harus melakukan presentasi mendadak di area luar ruangan kafe atau bandara dengan paparan cahaya matahari langsung. ASUS ExpertBook Ultra mendominasi skenario ini berkat terobosan layar Tandem OLED berukuran 14 inci dengan tingkat kecerahan puncak mencapai 1400 nits,” sebutnya.

Teknologi Tandem OLED ini memastikan dokumen hukum, grafik finansial, maupun teks presentasi tetap terlihat tajam dan terbaca sempurna tanpa gangguan refleksi cahaya matahari. Menurut Eric, keberanian ASUS membawa teknologi ini ke segmen laptop kerja merupakan lompatan industri yang masif. Teknologi tersebut tidak hanya menggandakan kecerahan, tetapi juga memperpanjang usia pakai panel secara drastis dari risiko *burn-in* yang sering menghantui layar OLED konvensional.

Di samping keunggulan visual dan performa, laptop berbobot 1,1 kg ini dibungkus oleh sasis premium yang memenuhi standar militer US MIL-STD 810H. Dalam uji ketahanan fisik, ASUS ExpertBook Ultra mampu bertahan meskipun menerima beban tekanan vertikal hingga 100 kg di atasnya.

“Bukan untuk show-off, akan tetapi daya tahan terhadap tekanan hingga 100 kg atau lebih akan sangat berguna saat laptop ditempatkan di dalam tas dan terhimpit dokumen-dokumen lain saat dalam perjalanan bisnis,” klaim Eric. Berdasarkan pengalaman lapangan, ia menambahkan bahwa banyak laptop mengalami kerusakan bukan karena jatuh atau terinjak, melainkan akibat dimasukkan ke dalam tas yang terlalu padat.

Untuk proteksi data, predikatnya sebagai pemimpin industri dipertegas oleh sistem keamanan ASUS ExpertGuardian yang bersertifikasi NIST Level-4. Fitur ini memberikan enkripsi data berlapis langsung pada level perangkat keras (hardware).

“Secara fisik, laptop memang bisa dicuri. Tetapi data-data yang tersimpan di dalam ASUS ExpertBook Ultra tidak akan dapat diambil oleh pihak yang tidak berwenang, meskipun SSD yang terpasang di dalamnya diambil dan dipasang ke laptop lain,” tegas Eric.

Dengan kombinasi layar Tandem OLED tercerah, keamanan kelas militer bersertifikasi tinggi, serta kekuatan pemrosesan AI 50 TOPS, ASUS ExpertBook Ultra dinilai menjadi pemenang mutlak bagi perusahaan yang ingin berinvestasi pada laptop bisnis premium terbaik untuk mengawal produktivitas dan kredibilitas para pemimpin industri serta profesional modern di masa depan.

Editor : Jafar Sembiring

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut