TNI AD Sudah Bangun 36 Sumur Bor dan 7 Pipanisasi Air di Tapteng
Menurut Kasad, pemilihan Biara OSF San Damiano sebagai lokasi program bukan tanpa alasan. Selain berdasarkan hasil koordinasi dengan pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat, kawasan tersebut dinilai memiliki peran penting sebagai pusat kegiatan masyarakat di wilayah Pandan.
"Biara OSF San Damiano merupakan salah satu pusat aktivitas masyarakat yang membutuhkan dukungan infrastruktur dasar. Selain itu, kondisi geografis wilayah ini juga membutuhkan upaya konservasi sumber air dan penghijauan untuk menjaga keseimbangan lingkungan," jelasnya.
Usai peresmian pipanisasi, Kasad bersama Forkopimda, tokoh agama, dan masyarakat melaksanakan penanaman pohon sebagai bagian dari program reboisasi di kawasan yang terdampak longsor. Kegiatan tersebut bertujuan menjaga kelestarian alam, memperkuat daerah resapan air, serta mengurangi risiko bencana di masa mendatang.
Kasad menegaskan bahwa program yang telah dibangun tidak berhenti setelah pelaksanaan kegiatan selesai. Menurutnya, keberlanjutan program menjadi salah satu perhatian utama TNI AD.
"Program ini dirancang agar terus berkelanjutan. Kami tidak hanya membangun, tetapi juga memastikan adanya serah terima dan pendampingan kepada pemerintah daerah serta masyarakat setempat. Nantinya, perawatan dan pemanfaatan fasilitas ini akan dikelola bersama oleh masyarakat, pengelola biara, dan pemerintah desa," katanya.
Editor : Jafar Sembiring