Kampus Digitalpreneur di Medan Perkuat Kesiapan Generasi Muda Hadapi Dunia Kerja
Selain program untuk pelajar, kampus tersebut juga mengadakan seminar dan forum dialog bersama orang tua guna memberikan pemahaman mengenai sistem pembelajaran, pengembangan mahasiswa, hingga prospek karier lulusan.
Langkah ini dinilai penting di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kualitas pendidikan tinggi dan peluang kerja lulusan. Berdasarkan riset yang dilakukan bersama Populix, banyak orang tua kini mempertimbangkan prospek karier dan tingkat penyerapan lulusan di dunia kerja sebelum menentukan pilihan perguruan tinggi.
Ke depan, kampus di Medan itu berencana memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia industri dan pemerintah daerah. Salah satunya melalui rencana kerja sama dengan GAPKI dalam pengembangan teknologi di sektor perkebunan kelapa sawit.
Selain itu, penjajakan kerja sama juga dilakukan bersama Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan dan Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara terkait program lapangan pekerjaan. Penguatan hubungan dengan dunia usaha turut dibangun melalui kemitraan bersama APINDO untuk pendampingan UMKM dan pengembangan ekonomi lokal.
Pendekatan pendidikan yang diterapkan diperkuat melalui konsep “2,5 Tahun Kuliah Siap Berkarier”, peluang beasiswa hingga 100 persen, serta Enrichment Program yang memberikan pilihan jalur internship, entrepreneurship, research, maupun study abroad bagi mahasiswa.
Perayaan 45 tahun perjalanan institusi pendidikan tersebut juga diramaikan melalui penyelenggaraan BINUS Festival di Medan. Kegiatan itu menghadirkan seminar internasional bersama Konsulat Jenderal Singapura di Medan dengan pembicara Dr. Edmund Chia Keng Wei yang membawakan topik mengenai penguatan generasi muda dan masa depan yang tangguh.
Selain itu, seminar juga menghadirkan Alfian Linux yang berbagi pengalaman mengenai dunia profesional dan kesiapan karier generasi muda.
Dalam rangkaian yang sama, festival tersebut turut menghadirkan sesi pertukaran budaya bersama mahasiswa internasional, yakni Hana Nishida dari Jepang dan Bogdana Irina Dimofte dari Romania. Melalui sesi itu, peserta memperoleh gambaran mengenai pengalaman studi internasional serta pentingnya wawasan global dalam proses pendidikan tinggi.
Editor : Chris