get app
inews
Aa Text
Read Next : IDAI Sumut: Tambah Fakultas Kedokteran Tak Ada Gunanya Jika Biaya Masih Mahal

Galdy Wafie Pimpin IDI Medan, Soroti Daerah yang Masih Minim Layanan Kesehatan

Sabtu, 16 Mei 2026 | 13:04 WIB
header img
Ketua IDI Medan terpilih periode 2026-2029, dr Galdy Wafie, menyampaikan sambutan usai ditetapkan dalam Muscab IDI Medan di Kota Medan. Foto: Ismail/iNewsMedan.id

MEDAN, iNewsMedan.id- Musyawarah Cabang (Muscab) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Medan pada Sabtu, 16 Mei 2026 menetapkan dr. Galdy Wafie, M.Ked(An)., Sp.An sebagai Ketua IDI Medan periode 2026-2029.

Di bawah kepemimpinannya, IDI Medan tidak hanya diarahkan sebagai organisasi profesi, tetapi juga menjadi ruang perlindungan dan advokasi bagi para dokter di Kota Medan.

Dalam pidato perdananya usai terpilih, dr. Galdy menegaskan bakal melanjutkan sejumlah program kepengurusan sebelumnya yang dinilai belum tuntas. Ia juga ingin memperkuat fungsi IDI sebagai “rumah besar” bagi seluruh dokter.

“Kita berharap IDI Medan menjadi wadah pelindung, advokasi, dan tempat pengaduan bagi dokter maupun masyarakat terkait isu kesehatan,” ujarnya.

Tak hanya fokus pada internal organisasi, dr. Galdy juga menyoroti masih adanya wilayah di Medan dan Sumatera Utara yang minim layanan kesehatan. Menurutnya, pemerataan tenaga kesehatan menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama.

Ia berkomitmen mendorong tenaga kesehatan agar lebih mudah menjangkau daerah-daerah yang selama ini belum terlayani optimal.

Sementara itu, Ketua IDI Sumut, Dr. dr. Ery Suhaymi, S.H., M.H., M.Ked(Surg), Sp.B, FINACS, FICS, mengungkapkan persoalan utama dunia kesehatan di Sumut bukan hanya jumlah dokter, tetapi distribusinya yang belum merata.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah dokter di Sumut saat ini sekitar 11 ribu orang dengan rasio sekitar 1 dokter untuk 900 penduduk. Angka tersebut sebenarnya sudah melampaui standar WHO yakni 1:1000, namun penyebarannya masih timpang.

“Di Kota Medan itu hampir 70 persen dokter yang ada di Sumut berada di Medan. Jadi memang pemerataannya belum merata,” katanya.

Menurut dr. Ery, salah satu penyebab tenaga medis lebih banyak bertahan di kota besar ialah faktor kesejahteraan yang dinilai belum memadai di daerah.

“Kenapa menumpuk di Medan semua? Salah satunya mungkin faktor kesejahteraan itu,” jelasnya.

Ketua Panitia Muscab, dr. Alamsyah Lukito, M.Kes, Dipl of Bioeth, turut menyampaikan apresiasi kepada kepengurusan sebelumnya dan optimistis kepemimpinan baru mampu meneruskan program-program yang telah berjalan.

Pelantikan resmi kepengurusan IDI Medan periode 2026-2029 oleh Pengurus Besar (PB) IDI dijadwalkan berlangsung dalam satu hingga dua bulan mendatang, setelah susunan pengurus baru rampung dilaporkan.

Editor : Ismail

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut