Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Masyarakat Adat Dairi Minta Perempuan Tak Dijadikan Alat Kampanye Antitambang
Advertisement . Scroll to see content

Teknologi Backfilling Disebut Cocok untuk Indonesia, Risiko Bendungan Tailing Bisa Dikurangi

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:04 WIB
  • author Ismail
Teknologi Backfilling Disebut Cocok untuk Indonesia, Risiko Bendungan Tailing Bisa Dikurangi
Ketua Bidang Hilirisasi Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) M.Toha. Foto: Istimewa

MEDAN, iNewsMedan.id- Dalam industri pertambangan, istilah tailing atau limbah sisa proses pengolahan mineral sering kali menjadi perhatian serius. Bukan sekadar urusan teknis, pengelolaan tailing kini menyangkut aspek kepercayaan publik, keselamatan kerja, hingga keberlanjutan lingkungan.

Selama ini, metode Tailing Storage Facility (TSF) atau fasilitas penyimpanan di permukaan menjadi pendekatan yang paling umum digunakan. Meski kerap dipersepsikan negatif akibat isu kegagalan bendungan di beberapa belahan dunia, banyak TSF yang terbukti beroperasi aman selama puluhan tahun berkat standar rekayasa ketat dan pemantauan real-time.

"Tailing Storage Facility (TSF) bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai aset infrastruktur kritikal yang membutuhkan pengawasan seumur hidup (cradle-to-grave),”ujar Ketua Bidang Hilirisasi Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) M.Toha.

TSF modern tidak lagi sekadar kolam penampungan, melainkan struktur bendungan kompleks. Pasca kegagalan bendungan besar di dunia (seperti tragedi Brumadinho di Brasil), standar global semakin diperketat melalui Global Industry Standard on Tailings Management (GISTM).

Namun, seiring perkembangan teknologi, industri pertambangan kini mulai beralih ke metode yang dinilai lebih ramah lingkungan, salah satunya adalah backfilling.

Metode backfilling atau pengisian kembali lubang tambang dipandang sebagai salah satu praktik terbaik (best practice) dalam manajemen lingkungan dan teknis pertambangan modern.

Metode backfilling dilakukan dengan mengembalikan tailing yang telah didetoksifikasi ke dalam rongga tambang bawah tanah. Material tersebut biasanya dicampur dengan batuan sisa dan bahan pengikat seperti semen untuk memperkuat struktur tambang dari dalam.

Editor: Ismail

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut