get app
inews
Aa Text
Read Next : Menaker Salurkan Bantuan Rp32 Miliar di BBPVP Medan untuk Pemulihan Pascabencana

Komitmen Konservasi Batang Toru, Bupati Tapteng Dorong Agroforestry di Kawasan Hulu

Selasa, 12 Mei 2026 | 16:42 WIB
header img
Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, saat menghadiri workshop yang diinisiasi oleh masyarakat sipil dan WALHI bersama instansi kementerian terkait di Tapanuli Tengah, Selasa (12/5/2026). Foto: Jafar Sembiring/iNewsMedan.id

TAPTENG, iNewsMedan.id - Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menata kembali ekosistem wilayah pasca bencana banjir bandang dan longsor. Hal ini disampaikannya usai workshop yang diinisiasi oleh masyarakat sipil dan WALHI bersama instansi kementerian terkait di Tapanuli Tengah, Selasa (12/5/2026).

Masinton mengapresiasi keputusan pemerintah provinsi yang tetap mempertahankan Tapanuli Tengah dalam wilayah konservasi Batang Toru. "Hal ini menjadi modal krusial untuk membangun Tapanuli Tengah berbasis lingkungan hidup, terutama di kawasan hulu perbukitan," ucap Masinton. 

Bupati mendorong pendekatan agroforestry di kawasan hulu untuk menjaga keseimbangan ekologi sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga. 

"Kita berharap pendekatan di hulu menggunakan pendekatan pembangunan berbasis lingkungan yang bermanfaat ekonomi, seperti penanaman aren, durian, dan tanaman endemik lainnya," ujar Masinton.

Selain vegetasi, penanganan fisik berupa pembangunan sabo dam dan penataan Daerah Aliran Sungai (DAS) menjadi prioritas. Saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum tengah menggagas tiga sabo dam di wilayah Tuka. Masinton berharap pembangunan infrastruktur penahan laju air ini dilakukan secara paralel dari hulu hingga hilir guna meminimalisir risiko banjir yang kerap terjadi saat hujan turun.

Terkait penanganan dampak sosial, Masinton mengungkapkan bahwa proses pendataan terus berjalan untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Saat ini, bantuan stimulan rumah dari BNPB senilai kurang lebih Rp36 miliar telah mulai didistribusikan, disusul bantuan jaminan hidup dari Kementerian Sosial berkisar antara Rp30-40 miliar.

"Kami sedang mengusulkan tahap dua dan tahap tiga untuk pendataan 20.000 lebih rumah rusak dan jaminan hidup. Kami ingin melakukan percepatan agar masyarakat segera memperoleh hak-haknya," jelasnya.

Editor : Jafar Sembiring

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut