27 Tahun Memimpin HDCI Sumut, Ijeck Serahkan Jabatan Ketua ke Tengku Rinel
Menurut Ijeck, hobi motor bukan berarti membeda-bedakan jenis kendaraannya. Setiap pengendara harus saling bersilaturahmi, karena motoran indentik dengan salam satu aspal.
"Organisasi berjalan dengan baik. Tidak mau dianaktirikan, kita naik motor sama-sama hujan dan panas, mau motornya motor tua atau terbaru," ungkapnya.
Apalagi, kata Ijeck HDCI Sumut, tidak harus memiliki motor Harley-Davidson untuk bergabung. Pasalnya, ia menerapkan prinsip untuk saling bersilaturahmi sesama organisasi motor.
"Kami dia Sumut, tidak mesti Harley motornya, yang penting sepeda motor, tetapi CC harus 400, agar dapat mengimbangi laju kendaraan saat diaspal," jelasnya.
Kepada seluruh anggota HDCI, Ijeck juga selalu menekankan agar menjaga ketertiban saat konvoi dengan motor gede.
"Kepada seluruh kawan-kawan bikers agar menjaga ketertiban berlalu lintas dan menghargai para pengguna jalan lainnya. Harus menjadi pelopor keselamatan berkendara," ucapnya.
Bahkan, Ijeck mengatakan, dulu sewaktu aktif touring dengan Harley Davidson, kerap melakukan kegiatan sosial kepada masyarakat. Baik itu memberikan bantuan sembako, bahkan membangun sarana dan prasarana di daerah-daerah.
"Dulu ada banyak orang senang motor, kita touring selalu kegiatan sosial membantu masyarakat. Begitulah perjalanan waktu sampai dengan saat ini," ungkapnya.
Ia berharap, di bawah komando Tengku Rinel, HDCI Sumut dapat lebih berkembang dan tidak melupakan prinsip dasar berorganisasi.
Editor : Jafar Sembiring