Malaria di Medan Didominasi Kasus Impor, Dinkes Tegaskan Tak Ada Penularan Lokal
Meski tidak ada kegiatan khusus pada peringatan Hari Malaria tahun ini, ia memastikan upaya pengendalian tetap berjalan. “Kegiatan rutin seperti surveilans, monitoring dan evaluasi, pelatihan, serta sosialisasi tetap dilaksanakan setiap tahun,” jelasnya.
Data yang dihimpun Dinkes mencatat kasus impor malaria terus ditangani sejak 2023 hingga 2025. Penanganan dilakukan berkelanjutan, seiring upaya menjaga agar kasus yang masuk tidak berkembang menjadi penularan lokal.
Program malaria sendiri digabung dalam skema ATM (AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria) yang bersumber dari APBD. Dengan pola ini, pengendalian dilakukan bersamaan dengan dua penyakit menular lainnya.
Di tengah nihilnya penularan lokal, tantangan utama tetap pada pengawasan kasus dari luar daerah. Tanpa deteksi dan respons cepat, potensi transmisi di dalam kota masih terbuka.
Editor : Ismail