Malaria di Medan Didominasi Kasus Impor, Dinkes Tegaskan Tak Ada Penularan Lokal
MEDAN, iNewsMedan.id- Kasus Malaria di Kota Medan masih didominasi pasien yang tertular di luar daerah. Hingga kini, belum ditemukan penularan lokal, meski arus kasus impor tercatat terus terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Data Dinas Kesehatan Kota Medan menunjukkan, seluruh kasus yang ditangani berasal dari kabupaten/kota lain di Sumatera Utara. Kondisi ini membuat Medan masih berstatus bebas transmisi lokal, namun tetap bergantung pada pengendalian mobilitas kasus dari luar wilayah.
Kabid P2P Dinkes Medan, Shereivia Faradillah, menegaskan hingga saat ini belum ada indikasi penularan setempat.
“Kasus malaria di Kota Medan 100 persen merupakan kasus impor dari beberapa daerah di Sumatera Utara, dan belum ada kasus penularan lokal,” ujarnya, Senin (20/4).
Ia menyebut, penanganan kasus dilakukan melalui fasilitas layanan kesehatan yang telah ditunjuk sebagai rujukan. “Kami sudah menetapkan delapan faskes rujukan, baik rumah sakit maupun puskesmas, yang dilengkapi obat program untuk memastikan penanganan cepat,” katanya.
Menurutnya, obat yang digunakan masih mengacu pada program nasional dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. “Program penanggulangan malaria di Kota Medan masih menggunakan obat program dari Kementerian Kesehatan,” ucapnya.
Editor : Ismail