Preman di Medan Ngamuk! Siram Bensin ke Warung Gara-gara Tak Diberi Rp250 Ribu
MEDAN, iNewsMedan.id - Aksi premanisme dan pungutan liar (pungli) kembali memakan korban. Kali ini, menimpa Ibrahim (53), seorang pemilik Warung Searmen 1 yang berlokasi di Jalan Sei Mencirim, persimpangan Jalan Medan-Binjai, wilayah hukum Polsek Sunggal.
Ibrahim menceritakan bahwa peristiwa mencekam tersebut bermula saat warungnya didatangi oleh seorang pria bernama Bobby. Pelaku memaksa meminta uang kutipan dengan dalih iuran Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI).
"Dia datang meminta uang SPSI sekaligus untuk lima bulan sebesar Rp250.000. Katanya sebulan Rp50.000. Saya menolak memberikan uang tersebut karena kondisi warung sedang sepi pembeli," ujar Ibrahim saat ditemui pada Selasa (14/4/2026) pagi.
Penolakan tersebut memicu amarah pelaku. Secara babi buta, Bobby menyiramkan bensin ke area warung sambil menggenggam pemantik api (mancis). Tidak hanya itu, pelaku juga mengeluarkan sebilah pisau dan mengarahkannya kepada Ibrahim.
"Saat dia menyiram bensin, saya sempat menantangnya, 'Ya sudah, bakar saja kalau kau berani'. Beruntung ada tukang jahit di sebelah warung yang sigap melerai dan menahan pelaku agar tidak menyulut api maupun menikam saya," tambah Ibrahim.
Editor : Jafar Sembiring