Cegah Krisis Iklim, Pemuda di Langkat Tanam Bibit Durian Sambil Ngabuburit
Hal ini sejalan dengan Catatan Tahunan WALHI Sumut 2025 yang menyebutkan bahwa krisis iklim telah mendisrupsi pola cuaca secara sistematis. Deforestasi dan alih fungsi lahan di Sumatera Utara telah mengurangi fungsi hutan sebagai penyangga, yang kemudian memicu krisis kemanusiaan.
“Kolaborasi ini adalah tindakan konkret dalam konservasi. Tanpa pepohonan di daerah aliran sungai atau lahan hijau, wilayah akan sangat rentan terhadap banjir bandang dan longsor. Kita bisa berkaca pada dampak signifikan Siklon Tropis Senyar di Sumatera Utara pada akhir 2025 lalu,” tambahnya.
Kegiatan menanam ini dilakukan menjelang waktu berbuka puasa. Pemilihan bibit durian unggul dimaksudkan agar masyarakat mendapatkan nilai tambah di masa depan, mengingat durian memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
“Selain menghijaukan lahan, kolaborasi MToday dan River Hunter Sumut ini bertujuan mendukung ketahanan pangan. Harapannya, hasil panen nanti bisa dikonsumsi sendiri atau dijual untuk membantu ekonomi keluarga,” jelas Mangara.
Di sisi lain, Founder River Hunter Sumut, Eko Agus Herianto, berharap pendekatan ini dapat menggugah kesadaran kolektif warga dalam menjaga ekosistem sekitar.
“Ngabuburit dengan menanam pohon diharapkan memberi manfaat bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Dari aksi sederhana ini, semoga nilai-nilai habluminannas dan kerukunan dapat kita petik manfaatnya di kemudian hari,” pungkas Eko.
Editor : Jafar Sembiring