Sejumlah Instansi Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Sumut Pasca Bencana
Pada sisi lain, sejumlah harga komoditas global seperti minyak, crude palm oil (CPO), batubara, dan nikel menunjukkan tren peningkatan yang turut memengaruhi dinamika perekonomian nasional maupun daerah.
"Ke depan, perekonomian diperkirakan tetap tumbuh positif pada kisaran 4,9–5,7 persen didukung oleh terjaganya stabilitas makroekonomi dan penguatan permintaan domestik," jelasnya.
Sejalan dengan hal tersebut, perekonomian Sumatera Utara diprakirakan akan kembali pulih pada tahun 2026 dan semakin menguat pada tahun 2027 dengan pertumbuhan sekitar 5,1 persen. Didukung oleh membaiknya aktivitas ekonomi, stabilitas harga, serta penguatan sinergi kebijakan antara Bank Indonesia dan pemerintah daerah.
Lebih lanjut, untuk sisi pemulihan bencana, Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Sumatera Utara, Yusri, memaparkan dukungan terhadap kebijakan pemberian perlakuan khusus kredit atau pembiayaan bagi debitur terdampak banjir dan longsor.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat menjaga keberlangsungan usaha masyarakat sekaligus mempercepat proses pemulihan ekonomi di wilayah terdampak.
"Tak hanya itu, dukungan juga diberikan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah disalurkan kepada 952 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan total nilai mencapai Rp1,02 triliun," ujarnya.
Editor : Jafar Sembiring