Ketika Ide Pelajar Menjadi Inovasi: Dari Kendaraan Amfibi hingga AI Pemantau Konsentrasi
Kreativitas yang Berangkat dari Masalah Sehari-hari
Berbagai proyek yang dipamerkan menunjukkan bagaimana siswa mencoba menjawab persoalan nyata dengan pendekatan ilmiah.
Di kategori sekolah dasar, misalnya, tim dari Sampoerna Academy Medan berhasil meraih juara pertama lewat proyek Amphibious Vehicle, sebuah kendaraan mini yang mampu bergerak di dua medan sekaligus: darat dan air.
Pada kategori sekolah menengah pertama, inovasi yang mencuri perhatian datang dari Power Mats, karya siswa Sampoerna Academy Surabaya. Proyek ini mengusung konsep lantai yang dapat menghasilkan energi listrik dari tekanan langkah kaki.
Sementara itu, pada kategori sekolah menengah atas, ide-ide yang muncul semakin kompleks. Salah satu tim meneliti pemanfaatan minyak esensial dari kulit jeruk untuk menghambat bakteri pembusuk daging, sementara tim lain merancang alat pendeteksi dini gagal ginjal portabel berbasis analisis napas dan teknologi machine learning.
Ada pula proyek berbasis computer vision yang dikembangkan untuk memantau tingkat konsentrasi siswa secara real-time selama proses belajar.
Ilmuwan Muda Turut Mengawal
Kompetisi ini juga melibatkan Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) sebagai mitra sekaligus dewan juri. Kehadiran para peneliti muda memberi perspektif ilmiah terhadap berbagai proyek yang dipresentasikan siswa.
Perwakilan ALMI, Prasanti Widyasih Sarli, menilai kegiatan seperti ini penting untuk menumbuhkan minat sains sejak usia sekolah.
Menurutnya, ruang-ruang eksperimen seperti ini membantu siswa melihat sains bukan sekadar teori di buku, tetapi sebagai alat untuk memahami dan memecahkan masalah di sekitar mereka.
Editor : Ismail