get app
inews
Aa Text
Read Next : Pimpin PHRI Sumut, Melky Waas Siap Gandeng UMKM Majukan Pariwisata

Rekrut 13.000 Petugas, BPS Sumut Siap Mendata Seluruh Usaha di Sensus Ekonomi 2026

Senin, 09 Maret 2026 | 13:37 WIB
header img
Ketua Tim Pelaksana SE2026 BPS Sumut, Evi Sinta Gabe didampingi Statistisi Ahli Madya BPS Sumut, Pendi Dewanto didampingi Reni Ari Noviyanti, Senin (9/3/2026). Foto: Istimewa

MEDAN, iNewsMedan.id - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatra Utara akan melaksanakan Sensus Ekonomi ( SE) 2026 berlangsung mulai 1 Mei hingga 31 Juli 2026. 

"Sensus Ekonomi 2026 ini merupakan yang kelima kali digelar sejak pertama pada 1986," kata Ketua Tim Pelaksana SE2026 BPS Sumut, Evi Sinta Gabe didampingi Statistisi Ahli Madya BPS Sumut, Pendi Dewanto didampingi Reni Ari Noviyanti, Senin (9/3/2026). 

Dia menjelaskan, sensus ekonomi 2026 yang merupakan ajang sepuluh tahunan ini bertujuan untuk mendata struktur ekonomi di wilayah hingga unit administrasi terkecil. 

"Pendataan dalam pengumpulan data untuk efisiensi dan akurasi dilakukan secara hybrid, yakni sistem online (CAWI) untuk perusahaan besar dan door-to-door untuk UMKM/usaha informal," jelasnya. 

Evi menyebutkan, proses pendataan akan dimulai lebih dulu untuk perusahaan berskala besar pada 1 hingga 31 Mei 2026. 

"Nantinya perusahaan besar akan menerima email resmi dari BPS untuk mengisi kuesioner secara mandiri melalui sistem online," ujarnya. 

Dia juga mengimbau agar para pengelola perusahaan untuk aktif memeriksa email dan mengisi data secara akurat, lengkap dan jujur. 

Sedangkan pada periode 16 Mei hingga 31 Juli 2026 diperuntukkan unit usaha yang belum terjangkau secara daring, akan didata petugas sensus ke lapangan.

Pada SE 2026 juga akan mendata sektor usaha informal yang selama ini menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat secara door-to-door di Juni hingga Juli 2026. 

Lebih lanjut, untuk pendataan mulai dari perusahaan manufaktur besar di kawasan industri hingga pedagang kaki lima (PKL) dan usaha gerobak keliling akan didata agar potret ekonomi yang dihasilkan benar-benar utuh. 

"Pendataan menyeluruh terhadap seluruh unit usaha ini dinilai penting untuk memetakan kondisi dan struktur ekonomi terkini di Sumatra Utara," tutur Evi. 

Demikian juga dengan perkembangan ekonomi digital serta implementasi ekonomi hijau yang semakin berkembang dalam beberapa tahun terakhir. 

Dia mengungkapkan, pada hajatan SE2026  ini, menjadi instrumen strategis bagi pemerintah maupun pelaku usaha untuk memahami peta persaingan dan potensi pasar secara lebih akurat. 

Dengan data yang dihasilkan, pelaku usaha dapat merencanakan ekspansi, mengidentifikasi peluang baru, serta meningkatkan daya saing melalui inovasi yang berbasis data konkret, bukan sekadar asumsi. 

Untuk seluruh proses pendataan ini gratis atau dan tidak dipungut biaya apa pun. 

Pada sensus ekonomi tahin ini, BPS Sumut akan merekrut 13.000 petugas sensus. Pihaknya memang belum tahu jumlahnya, namun diperkirakan 13 orang.

Evi mengungkapkan, untuk Petugas yang akan direkrut nantinya bisa berasal dari kalangan mahasiswa, dosen maupun masyarakat. 

Adapun upah yang dibayarkan untuk bergabung dengan sensus ini berkisar Rp3-5 juta per bulan atau UMK Kota. 

Statistisi Ahli Madya BPS Sumut, Pendi Dewanto menambahkan, seluruh informasi yang diberikan kepada BPS dijamin kerahasiaannya sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. 

"Jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Data individu maupun perusahaan tidak akan dipublikasikan secara personal. Informasi tersebut hanya disajikan dalam bentuk angka agregat atau total,”  paparnya. 

Pendi  mengingatkan, setiap warga negara memiliki kewajiban memberikan keterangan dalam kegiatan statistik nasional. 

Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat penting karena data ini akan menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan nasional. 

"Untuk menghindari potensi penipuan, BPS Sumut mengimbau masyarakat agar hanya melayani petugas sensus yang membawa tanda pengenal resmi, rompi khusus SE2026, serta surat tugas dari BPS," pungkasnya. 

Sensus Ekonomi 2026  mencakup 19 kategori lapangan usaha, mulai dari sektor pertambangan, industri pengolahan, perdagangan, hingga berbagai aktivitas jasa.

Editor : Jafar Sembiring

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut