Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Menjemput Berkah 10 Malam Terakhir Ramadan, Mari Hidupkan Itikaf dan Lantunkan Doa Lailatul Qadar
Advertisement . Scroll to see content

Lambung Nggak Diajak Kompromi? Ini Hukum Puasa Buat Pejuang Asam Lambung

Minggu, 01 Maret 2026 | 08:39 WIB
  • author Ismail
Lambung Nggak Diajak Kompromi? Ini Hukum Puasa Buat Pejuang Asam Lambung
Ilustrasi. Foto: Istimewa

Dalam tafsirnya, Ibnu Katsir menjelaskan, orang sakit yang jika berpuasa bisa memperparah penyakitnya, maka ia boleh berbuka. Jadi ukurannya bukan “aku masih kuat kok”, tapi apakah ada potensi bahaya atau tidak.

Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu’ bahkan menyebut, jika puasa bisa membahayakan atau memperlambat kesembuhan, berbuka itu lebih utama, dan dalam kondisi tertentu bisa jadi wajib. Jadi kalau sampai nyeri hebat, muntah terus, atau ada risiko luka lambung makin parah, jangan dipaksakan.

Penegasan serupa datang dari Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni. Ia menyatakan orang sakit yang akan bertambah parah jika berpuasa, boleh berbuka tanpa perbedaan pendapat di kalangan ulama.

Dalam kaidah fikih juga ada prinsip:

“La dharar wa la dhirar”

Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Konteksnya ke Gen Z hari ini? Asam lambung sering kambuh bukan cuma karena takdir, tapi gaya hidup. Kurang tidur, stres kerja atau kuliah, minum kopi berlebihan, pola makan berantakan. Kalau kondisi masih ringan dan bisa dikontrol, puasa tetap jalan. Tapi kalau sudah masuk kategori akut dan dokter menyarankan tidak puasa, maka ada ruang syariat untuk itu.

Editor: Ismail

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut