Puasa Sambil Push Rank? Ini Hukum Main Mobile Legends dan FF Saat Ramadan
iNewsMedan.id- Ramadan datang, waktu puasa makin panjang, dan sebagian anak muda mulai cari cara biar nggak “gabut” jelang maghrib. Ada yang pilih scrolling, ada juga yang lanjut push rank di Mobile Legends: Bang Bang, Booyah di Free Fire, atau mabar di PUBG Mobile.
Tapi muncul pertanyaan klasik: main game online saat puasa itu boleh nggak sih? Batal nggak?
Puasa Itu Bukan Sekadar Nahan Lapar
Allah SWT sudah jelaskan tujuan puasa dalam Al-Qur’an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ ... لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa ... agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
Artinya, puasa itu upgrade level takwa. Bukan cuma nahan haus, tapi juga nahan diri dari hal yang nggak ada manfaatnya.
Rasulullah juga bersabda:
الصِّيَامُ جُنَّةٌ
“Puasa itu adalah perisai.”
(HR. Al-Bukhari no. 1894 dan Muslim no. 1151)
Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan, maksud “perisai” adalah pelindung dari maksiat dan api neraka. Jadi, puasa itu tameng — bukan cuma status “lagi puasa”.
Lebih tegas lagi, Nabi bersabda:
فَمَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ، فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
“Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya.”
(HR. Al-Bukhari no. 1903)
Hadits ini kayak warning keras: kalau masih toxic, masih ngomel, masih maki-maki di voice chat, puasanya bisa sah, tapi pahalanya zonk.
Jadi, Main Game Batal Nggak?
Jawabannya: nggak batal.
Main ranked, classic, scrim, atau sekadar mabar santai itu tidak termasuk pembatal puasa. Nggak ada dalil yang menyebut main game bikin puasa batal.
Tapi… ada catatannya.
Kalau main game sampai:
Lupa salat karena keasyikan war,
Ngamuk dan toxic di chat,
Ada unsur judi/top up spekulatif,
Bikin lalai dari ibadah seperti tadarus,
maka hukumnya bisa berubah jadi makruh bahkan haram — bukan karena gamenya, tapi karena efeknya.
Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ ‘Ulumuddin menjelaskan:
“Puasa orang khusus adalah menahan pendengaran, penglihatan, lisan, tangan, kaki dan seluruh anggota badan dari dosa.”
Artinya, bukan cuma perut yang puasa, tapi juga jari yang pegang HP dan lisan yang komentar di chat.
Boleh, Tapi Jangan Over
Kalau main game cuma buat isi waktu nunggu adzan maghrib, nggak ninggalin salat, nggak toxic, dan tetap jaga adab, maka hukumnya mubah (boleh).
Tapi kalau Ramadan malah habis buat push rank sampai Subuh, tadarus nol besar, tarawih skip, itu jelas nggak sejalan dengan tujuan puasa yang ingin membentuk takwa.
Intinya sederhana:
Puasa itu bukan soal “AFK makan minum”, tapi soal kontrol diri.
Kalau bisa main game tanpa nurunin kualitas ibadah, silakan.
Kalau nggak bisa kontrol, mungkin saatnya uninstall sementara demi pahala yang lebih besar.
Karena Ramadan cuma sebulan.
Season game bisa nunggu.
Editor : Ismail