UMKM Diminta Adaptif, Strategi Digital Jadi Kunci Dongkrak Penjualan
MEDAN, iNewsMedan.id – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai perlu lebih adaptif dalam merespons perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin bergeser ke ruang digital. Optimalisasi media sosial dan inovasi produk menjadi kunci agar usaha tetap relevan dan mampu bersaing.
Hal itu disampaikan Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sofyan Tan, saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bertema pelatihan strategi media sosial untuk UMKM di Medan, Jumat (20/2).
Menurut Sofyan Tan, strategi pemasaran digital tidak bisa dilakukan secara asal. Pelaku usaha harus memahami karakter pasar, memilih platform yang tepat, hingga menentukan cara komunikasi yang sesuai dengan target konsumen.
“Kalau ingin usaha berkembang, kita harus tahu siapa yang kita sasar. Jangan sekadar ikut-ikutan. Setiap platform punya segmen berbeda, jadi pendekatannya juga tidak bisa sama,” ujarnya.
Ia menilai sektor kuliner masih menjadi tulang punggung UMKM karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Namun, persaingan yang ketat menuntut pelaku usaha menghadirkan keunikan, baik dari sisi rasa, kemasan, maupun promosi.
Selain kuliner, sektor fesyen juga disebut memiliki potensi pasar yang stabil. Perubahan tren yang cepat dan kebutuhan masyarakat untuk tampil berbeda membuka peluang besar, terutama jika didukung kreativitas desain.
“Produk yang bagus harus didukung tampilan yang menarik. Desain dan kemasan itu menentukan kesan pertama konsumen,” kata Sofyan Tan.
Editor : Ismail