get app
inews
Aa Text
Read Next : Pimpin PHRI Sumut, Melky Waas Siap Gandeng UMKM Majukan Pariwisata

UMKM Diminta Adaptif, Strategi Digital Jadi Kunci Dongkrak Penjualan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 04:52 WIB
header img
Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bertema Pelatihan Strategi Media Sosial untuk UMKM di Four Points by Sheraton Medan, Jalan Gatot Subroto, Medan, Jumat (20/2). Foto: Istimewa 

MEDAN, iNewsMedan.id – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai perlu lebih adaptif dalam merespons perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin bergeser ke ruang digital. Optimalisasi media sosial dan inovasi produk menjadi kunci agar usaha tetap relevan dan mampu bersaing.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sofyan Tan, saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bertema pelatihan strategi media sosial untuk UMKM di Medan, Jumat (20/2).

Menurut Sofyan Tan, strategi pemasaran digital tidak bisa dilakukan secara asal. Pelaku usaha harus memahami karakter pasar, memilih platform yang tepat, hingga menentukan cara komunikasi yang sesuai dengan target konsumen.

“Kalau ingin usaha berkembang, kita harus tahu siapa yang kita sasar. Jangan sekadar ikut-ikutan. Setiap platform punya segmen berbeda, jadi pendekatannya juga tidak bisa sama,” ujarnya.

Ia menilai sektor kuliner masih menjadi tulang punggung UMKM karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Namun, persaingan yang ketat menuntut pelaku usaha menghadirkan keunikan, baik dari sisi rasa, kemasan, maupun promosi.

Selain kuliner, sektor fesyen juga disebut memiliki potensi pasar yang stabil. Perubahan tren yang cepat dan kebutuhan masyarakat untuk tampil berbeda membuka peluang besar, terutama jika didukung kreativitas desain.

“Produk yang bagus harus didukung tampilan yang menarik. Desain dan kemasan itu menentukan kesan pertama konsumen,” kata Sofyan Tan.

Ia juga menyoroti pentingnya konten yang bersifat humanis dalam promosi digital. Menurutnya, pendekatan storytelling lebih efektif membangun kedekatan dengan konsumen dibandingkan promosi yang terlalu formal atau kaku.

Dalam kesempatan yang sama, Analis Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Ahli Muda BRIN, Farly Shabahul Khairi, S.Stat., M.M., mengatakan sebagian besar UMKM masih menghadapi tantangan dalam aspek produksi dan pengemasan.

“Masih banyak produk yang dikemas secara sederhana sehingga daya tahannya rendah dan sulit bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.

BRIN, lanjutnya, berupaya mendorong UMKM naik kelas melalui pemanfaatan riset dan inovasi, termasuk peningkatan kualitas kemasan serta diversifikasi produk. Digitalisasi pemasaran juga menjadi fokus agar pelaku usaha tidak hanya bertahan di pasar lokal, tetapi mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.

Melalui pelatihan ini, pelaku UMKM diharapkan semakin memahami pentingnya analisis pasar, inovasi, serta pemilihan kanal promosi yang tepat sebagai strategi memperkuat fondasi ekonomi daerah.

Editor : Ismail

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut