Hati-hati Salah Kaprah! Ini Makna Sebenarnya Hadis Tidur Saat Puasa
MEDAN, iNewsMedan.id - Memasuki bulan suci Ramadhan 2026, fenomena "balas dendam" dengan tidur seharian sering kali terlihat di tengah masyarakat.
Banyak yang berdalih pada hadis populer bahwa tidurnya orang berpuasa adalah ibadah, namun pemahaman ini kerap melenceng menjadi pembenaran untuk bermalas-malasan.
Agar tidak salah kaprah dalam meraih pahala, umat Muslim perlu memahami batasan dan niat yang benar di balik istirahat saat menjalankan rukun Islam keempat ini.
Melansir laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), bunyi hadis yang populer tersebut adalah sebagai berikut:
نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةٌ وَصُمْتُهُ تَسْبِيْحٌ وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ وَذَنْبُهُ مَغْفُوْرٌ
“Tidurnya orang puasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, amal ibadahnya dilipatgandakan, doanya dikabulkan, dan dosanya diampuni.” (HR. Baihaqi).
Editor : Jafar Sembiring