Terpilih Lagi Pimpin PERSI Sumut, Syaiful Sitompul: Rumah Sakit Harus Perkuat SDM
MEDAN, iNewsMedan.id – dr. Syaiful M. Sitompul kembali terpilih sebagai Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) Wilayah Sumatera Utara periode 2026–2030. Ia memenangkan pemungutan suara dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) PERSI Sumut yang digelar di Medan, Kamis (22/1/2026).
Berdasarkan hasil voting, dr. Syaiful meraih 78 suara dan unggul atas pesaingnya, dr. Zainal Safri, yang memperoleh 67 suara. Dari total 147 surat suara yang masuk, dua di antaranya dinyatakan tidak sah.
Dalam Muswil yang sama, peserta juga memilih Ketua Majelis Kehormatan Etik Rumah Sakit Indonesia (Makersi) Sumut periode 2026–2030. dr. Mohd Riza, MKes, SH, MHKes terpilih setelah mengantongi 85 suara, mengungguli dr. Iskandar Candra yang memperoleh 59 suara.
Muswil PERSI Sumut menjadi momentum konsolidasi organisasi di tengah perubahan besar sektor kesehatan, khususnya setelah diberlakukannya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan beserta aturan turunannya. Regulasi baru tersebut menuntut rumah sakit untuk beradaptasi, baik dari sisi tata kelola, mutu layanan, maupun pembiayaan.
Ketua Umum PERSI, dr. Bambang Wibowo, menilai perkembangan rumah sakit di Sumatera Utara relatif lebih maju dibandingkan wilayah Sumatera lainnya. Kondisi ini, menurutnya, dipengaruhi oleh banyaknya fakultas kedokteran yang mendukung ketersediaan dokter spesialis dan subspesialis.
Meski demikian, ia menegaskan tantangan ke depan semakin kompleks. Salah satunya adalah fenomena masyarakat Indonesia yang masih memilih berobat ke luar negeri. Menurutnya, persoalan utama bukan pada kompetensi tenaga medis, melainkan kualitas pelayanan, komunikasi dengan pasien, serta efisiensi biaya.
“Di negara tetangga, biaya layanan bisa lebih murah. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama agar rumah sakit di dalam negeri lebih kompetitif dengan mutu layanan yang lebih baik,” ujarnya.
Menanggapi tantangan tersebut, dr. Syaiful menegaskan fokus kepemimpinannya pada penguatan organisasi dan sumber daya manusia rumah sakit di Sumatera Utara. Ia menilai kecukupan jumlah tenaga kesehatan dan kualitas kompetensi menjadi faktor krusial dalam menjaga standar pelayanan.
“Jika SDM tidak mencukupi atau kompetensinya di bawah standar, maka layanan yang diberikan juga akan bermasalah. Ini yang harus dibenahi,” kata dr. Syaiful.
Editor : Ismail