Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Waspada Modus Begal di Asahan, Korban Dituduh Mengintai Teman Pelaku
Advertisement . Scroll to see content

Tiga Nyawa Melayang, Polisi Tahan Pemilik dan Dua Pekerja Tambang Ilegal di Asahan 

Jum'at, 19 September 2025 | 07:20 WIB
  • author Ismail
Tiga Nyawa Melayang, Polisi Tahan Pemilik dan Dua Pekerja Tambang Ilegal di Asahan 
Kapolres Asahan AKBP Revi Nurvaleni menghadirkan tiga tersangka kasus tambang ilegal dalam konferensi pers di Mapolres Asahan. Foto: Istimewa

ASAHAN, iNewsMedan.id- Tragedi longsor di lokasi tambang batu padas ilegal di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, yang merenggut nyawa tiga pekerja kini memasuki babak hukum.  Kepolisian Resor Asahan telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka. 

Mereka adalah pemilik CV Berkah Pulo Jaya, Syafii Marpaung (51), mandor lapangan Dedi Iskandar Sitorus (35), dan operator ekskavator Ahmad Fauzi (36). 

Kapolres Asahan, AKBP Revi Nurvaleni, menjelaskan ketiganya dijerat Pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU Nomor 4 Tahun 2009 mengenai Pertambangan Mineral dan Batubara, serta Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain. Ancaman hukuman yang menanti maksimal lima tahun penjara. 

“Para tersangka terbukti menjalankan penambangan tanpa izin dan kelalaiannya berujung pada meninggalnya pekerja,” ujar Revi, Kamis, 18 September 2025 . 

Menurut penyidik, aktivitas tambang ilegal tersebut sudah berlangsung lebih dari sepuluh tahun. Saat ini, ketiganya telah ditahan untuk menjalani proses hukum. 

Editor: Ismail

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut