Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kenalkan Ini Okan, CEO Daster Cilik dari Pasar Aur Kuning Bukittinggi Bikin Dompet Emak-Emak Jebol
Advertisement . Scroll to see content

Hubungan Badan Anak dan Ibu Terjadi Berulang Kali di Bukittinggi, Diduga Akibat Kecanduan Mabuk Lem 

Sabtu, 24 Juni 2023 | 13:01 WIB
  • author Wahyu Sikumbang
Hubungan Badan Anak dan Ibu Terjadi Berulang Kali di Bukittinggi, Diduga Akibat Kecanduan Mabuk Lem 
Ken selaku Ketua Instansi Penerima Wajib Lapo (IPWL) Ganggam Solidaritas mengungkap fakta baru kasus hubungan badan anak dan ibu atau inses di Bukittinggi, Sumatera Barat. Foto: Wahyu Sikumbang.

BUKITTINGI, iNewsMedan.id - Fakta baru kasus inses hubungan badan anak dan ibu atau inses di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat terungkap. Anak laki-laki AH awalnya sering mabuk lem hingga bermanja-manja sampai berhubungan terlarang dengan ibu kandungnya sejak masih SMA  hingga berusia 28 tahun saat ini.

Hal itu diungkap oleh Sukendra Madra selaku Ketua Instansi Penerima Wajib Lapo (IPWL) Ganggam Solidaritas sekaligis konselor adiksi Kementerian Sosial  tempat pelaku anak yang berusia 28 tahun itu sedang menjalani karantina.

Menurut Ken, AH selama tujuh bulan belakangan berada dibawah pengawasan instansi IPWL karena kecanduan mabuk lem.

AH diantarkan oleh keluarganya karena mengamuk dan memukul ayahnya saat mabuk lem. Lalu mengalami sakit perut diduga tukak lambung karena dampak lem.

Sementara IPWL terbatas dana karena sudah tidak dibantu Kemensos membuat Ken mencari solusi bagaimana mengobati sakit lambung AH.

Ken pun memutuskan menceritakan kondisi AH ke Wali Kota Bukittinggi Erman Safar.

“Pada assessment awal belum ditemukan, lalu pada beberapa assessment berikutnya terungkaplah semuanya. AH bilang menghisap lem sejak kelas 2 SMP. Dia putus cinta pas kelas 2 SMA, lalu frustasi dan punya kebiasaan itu. Pertama dia bilang cuma suka onani. Kalau lagi terdesak itu dia onani saja dekat ibunya. Itu kata awalnya, lalu kita kejar sampai terungkaplah bagaimana dia dengan adik-adiknya dengan orangtuanya segala macam cerita. Pada assessment ketiga kalau tidak salah, kelihatanlah bahwa otaknya sudah kena dan pikirannya cuma itu. Bagaimana keinginannya bertemu ibu tiap sebentar, katanya waktu begitu ada bapaknya. Dia menuliskan semua pada testimony,” beber Ken dari pengakuan AH.

Editor: Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut