3. Passiliran Kambira, Toraja
Tradisi pemakaman ini dilakukan oleh masyarakat yang menganut kepercayaan Aluk Tolodo, dan dilakukan untuk bayi yang meninggal dunia. Di mana tubuh bayi dimasukan ke lubang pohon tarra dalam posisi meringkuk seperti saat di dalam rahim. Pohon ini dilubangi sesuai arah rumah bayi, kemudian ditutup dengan ijuk. Dalam satu lubang biasanya memuat lebih dari 10 bayi.
4. Waruga, Minahasa
Jika masyarakat Toraja memiliki tradisi upacara Passiliran, masyarakat di Minahasa, Sulawesi Utara punya Waruga. Waruga yaitu kubur batu, orang yang telah meninggal dikuburkan dalam kotak batu berongga, dan jenazahnya ditaruh dalam posisi meringkuk. Wadah tersebut kemudian ditutup dengan penutup berbentuk segitiga. Waruga berasal dari dua kata “waru” yang berarti “rumah” dan “ruga” yang berarti “badan”. Jika diartikan, waruga adalah “rumah tempat badan yang akan kembali ke surga”. Saat dimasukkan ke dalam waruga, jenazah akan berada dalam posisi tumit yang bersentuhan dengan bokong, dan mulut seolah mencium lutut. Persis seperti posisi bayi dalam rahim.
5. Brobosan, Jawa Tengah
Tradisi pemakaman di Jawa Tengah, dilakukan dengan cara mengangkat keranda setinggi-tingginya. Kemudian anggota keluarga yang ditinggalkan, harus berjalan di bawahnya. Upacara pemakaman ini dimaksudkan sebagai penghormatan kepada jenazah dan diharapkan tuahnya akan diwariskan kepada anggota keluarga yang melakukan brobosan.
Artikel ini telah terbit di halaman iNews.id dengan judul 5 Tradisi Pemakaman Unik di Indonesia, Salah Satunya Dimasukkan ke Dalam Pohon
Editor : Odi Siregar