MEDAN, iNewsMedan.id- Utang pinjaman online (pinjol) diduga menjadi alasan MAH dan FSO menghabisi nyawa Muhammad Imran (33), pengemudi taksi online yang jasadnya ditemukan di sebuah parit di Kisaran, Kabupaten Asahan.
Keduanya diduga merencanakan perampokan dengan memesan taksi online yang dikemudikan Imran. Namun, perjalanan yang seharusnya mengantar penumpang itu berakhir dengan pembunuhan di wilayah Sunggal, Kabupaten Deli Serdang.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Cornelis M Simanjuntak, mengungkapkan kedua tersangka ingin menguasai mobil dan telepon seluler milik korban untuk mengatasi persoalan utang mereka.
“Penyebab pembunuhan itu karena kedua pelaku terlilit masalah utang sehingga merencanakan melakukan aksi perampokan terhadap korban,” kata Cornelis, Selasa, 27 Oktober 2026.
Setelah membunuh Imran, kedua tersangka diduga membawa jasadnya ke Kabupaten Asahan dan membuangnya ke dalam parit di Jalan Martil, Kelurahan Dadi Mulyo, Kecamatan Kisaran Barat.
Jasad korban ditemukan warga pada Kamis, 22 Oktober 2026, sekitar pukul 12.30 WIB. Penemuan itu kemudian ditindaklanjuti personel Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut dengan melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku.
Melalui penelusuran informasi, analisis teknologi informasi, dan pemantauan, polisi akhirnya mengidentifikasi MAH dan FSO. Keduanya ditangkap di kawasan Jalan Jamin Ginting, Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan, pada Senin, 26 Oktober 2026.
Dari hasil pengembangan, polisi menemukan mobil milik Imran di kawasan Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. Kendaraan tersebut diduga hendak dijual kepada calon penadah.
Cornelis mengatakan kedua tersangka mengakui telah membunuh dan merampas barang milik korban, lalu membuang jasadnya ke wilayah Kisaran.
Dalam pengembangan untuk memastikan lokasi kejadian, kedua tersangka disebut berusaha melawan petugas dan melarikan diri. Polisi kemudian melakukan tindakan tegas terukur dengan menembak keduanya.
Selain terlilit utang, kedua tersangka juga diketahui mengonsumsi narkoba. Polisi masih menangani kasus tersebut untuk mendalami rangkaian pembunuhan dan perampasan yang menewaskan Imran.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
