Perluasan sistem juga diikuti integrasi dengan sejumlah instansi pemerintah, yakni Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Integrasi ini mendukung keterpaduan proses pelayanan dan pengelolaan data sesuai kebutuhan serta kewenangan masing-masing instansi.
Di Medan, pembaruan layanan digital tersebut disertai peresmian Gedung Contact Center PLN 123 Site Medan. Sejumlah bagian gedung itu sebelumnya terdampak banjir pada akhir tahun lalu dan telah dibenahi untuk mendukung operasional pelayanan.
Contact center menjadi salah satu saluran bagi pelanggan untuk mendapatkan informasi dan menyampaikan pengaduan terkait layanan kelistrikan. Kesiapan fasilitas dan petugas menjadi faktor penting dalam memastikan laporan pelanggan dapat diterima, dikoordinasikan, dan ditindaklanjuti.
General Manager PLN UID Sumatera Utara, Rizky Mochamad, mengatakan pembaruan teknologi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan oleh petugas.
“Melalui New AP2T dan peningkatan fasilitas Contact Center PLN 123 Site Medan, kami terus memperkuat pelayanan dari sisi sistem maupun kesiapan petugas. Bagi kami, keberhasilan transformasi harus dirasakan pelanggan melalui layanan yang semakin mudah, responsif, dan memberikan kepastian penyelesaian,” kata Rizky.
Ia menyebut peningkatan pengalaman pelanggan juga dilakukan melalui program CX100. Dalam evaluasi pelayanan tatap muka oleh Danantara di Medan, PLN UID Sumatera Utara disebut memperoleh nilai A.
Menurut Rizky, capaian tersebut menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak.
“Capaian ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan melalui CX100. Kami akan terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan seluruh pihak agar setiap pembaruan yang dilakukan memberikan manfaat nyata dan menghadirkan pengalaman layanan yang semakin baik bagi pelanggan,” ujarnya.
Dengan cakupan sistem yang kini mencapai 46,01 juta pelanggan, tantangan berikutnya adalah memastikan pembaruan teknologi benar-benar berdampak pada kualitas layanan. Kemudahan akses, kecepatan respons, keamanan data, dan kepastian penyelesaian pengaduan menjadi hal yang dapat dirasakan langsung oleh pelanggan.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
