Menurut Destanul Aulia, renovasi fisik puskesmas merupakan langkah penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat. Namun, persoalan mendasar puskesmas di Kota Medan bukan hanya kondisi bangunannya, melainkan sejauh mana puskesmas mampu menjalankan fungsi pelayanan kesehatan primer secara utuh.
"Kita tidak ingin puskesmas tampil modern dan megah, tetapi masyarakat tetap memilih langsung ke rumah sakit karena pelayanan, tenaga kesehatan, obat-obatan, dan alat kesehatannya belum memadai," ungkap Destanul Aulia.
Destanul Aulia menjelaskan ada satu persoalan penting yang harus dievaluasi, yaitu kesenjangan antara status akreditasi puskesmas dengan kinerja pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
"Akreditasi paripurna merupakan pencapaian penting dalam pemenuhan standar mutu. Namun, akreditasi tidak otomatis menjamin seluruh kebutuhan pelayanan masyarakat telah terpenuhi atau seluruh masalah kesehatan di wilayah kerja berhasil dikendalikan," kata Destanul Aulia.
Bahkan, menurut Destanul Aulia, perlu mengubah pertanyaan evaluasi puskesmas. Bukan sekadar apakah puskesmas sudah terakreditasi, tetapi apakah masyarakat semakin sehat, penyakit semakin terkendali, dan masyarakat semakin percaya kepada puskesmas? Dalam konteks penguatan pelayanan kesehatan primer.
"Perlu dipahami bahwa terdapat 144 diagnosis penyakit yang selama ini menjadi acuan kompetensi penanganan kasus di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, termasuk puskesmas," tandasnya.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
