BATU BARA, iNewsMedan.id - Potensi hasil laut di Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, terus membuka peluang bagi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masyarakat pesisir. Salah satunya dimanfaatkan oleh Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI), kelompok perempuan nelayan yang mengolah Kerang Siput Menterang menjadi produk rendang siap santap.
Melihat potensi besar sekaligus kendala yang dihadapi kelompok tersebut, tim pengabdian dari Universitas Sumatera Utara (USU) meluncurkan program bertajuk “Inovasi Pengemasan Ikan Kaleng Berbasis Digital Marketing dalam Pengembangan UMKM KPPI Medang Deras.”
Program ini diketuai oleh Franklin Asido Rossevelt, S.AP., M.K.P., dengan anggota Dr. Nauas Domu Marihot Romauli, S.T.P., M.Eng. dan Muhammad Arif Lubis, S.E., M.Si. Kegiatan berfokus membantu KPPI di Dusun Kuala Sipare, Desa Medang, untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperbarui sistem pengemasan, serta memperluas jangkauan pasar melalui teknologi digital.
Kendala Produksi dan Pengemasan Manual
Selama ini, proses pengolahan Rendang Kerang Siput Menterang oleh KPPI masih dilakukan secara manual dan konvensional. Kondisi ini membuat proses produksi memakan waktu lama dan kapasitasnya sangat terbatas.
Berdasarkan data awal, kapasitas produksi mitra hanya sekitar 120 kilogram per tahun, dengan volume pengolahan maksimal 30 kilogram per siklus. Produktivitas tenaga kerja berkisar 2–3 kilogram per orang per hari, sementara tingkat risiko produk rusak atau tidak layak jual mencapai 15–20 persen.
Masalah lain timbul pada tahap pengemasan. Keterbatasan alat dan pengetahuan membuat KPPI belum bisa melakukan pengalengan secara mandiri. Pengalengan kemasan 200 gram secara eksternal membutuhkan biaya tambahan sekitar Rp7.000 hingga Rp10.000 per kaleng, yang membebani harga jual produk.
Dari sisi pemasaran, KPPI masih mengandalkan sistem pre-order (PO) dengan jaringan konsumen yang terbatas. Pemanfaatan media sosial, branding, marketplace, serta strategi pemasaran digital belum digarap secara optimal.
Editor : Jafar Sembiring
Artikel Terkait
