MEDAN, iNewsMedan.id- Perguruan tinggi jangan sekadar mengikuti tren pasar dalam membuka program studi. Kebutuhan mendasar negara, termasuk ketahanan pangan, harus menjadi pertimbangan agar lulusan yang dihasilkan benar-benar menjawab persoalan bangsa.
Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sofyan Tan, menegaskan hal itu saat Sosialisasi Kebijakan Kampus Berdampak bertema Transformasi Pendidikan Tinggi di Era AI melalui Penguatan Kebijakan, Etika Akademik, dan Kompetensi Lulusan di Aula Djonny Taslim, Kampus Satya Terra Bhinneka, Medan, Rabu, 14 Oktober 2026.
Menurut Sofyan, perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) memang membuka peluang besar bagi dunia pendidikan. Namun, perguruan tinggi tidak boleh kehilangan arah dengan hanya mengejar program studi yang sedang diminati pasar, sementara kebutuhan strategis negara justru terabaikan.
“Negara ini akan hancur kalau makanan kurang. Kita negara yang sepanjang masa dan sepanjang tahun bisa bercocok tanam, tapi ironisnya kita harus impor makanan dari luar,” ujar Sofyan.
Ia menilai, kondisi tersebut semestinya menjadi bahan evaluasi bagi perguruan tinggi dalam menentukan arah pendidikan. Kampus perlu melahirkan lulusan yang mampu menjawab tantangan nyata, bukan sekadar mengikuti bidang yang sedang populer.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
