Kegiatan itu juga diarahkan untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, legislatif, pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat.
Sebanyak 100 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai unsur, antara lain dinas pendidikan dan kebudayaan, kepala sekolah, guru, pegiat literasi, komunitas bahasa dan sastra, tokoh budaya, mahasiswa, serta media massa.
Devi berharap kegiatan tersebut dapat memperluas keterlibatan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan bahasa dan sastra daerah, sehingga kekayaan bahasa di Sumatera Utara tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.
Editor : Ismail
Artikel Terkait
